Header Ads

Football

Basketball

Search This Blog

Pages

Text Widget

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate another link velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur.

Sample Text

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Blog Archive

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Subscribe Here

Flickr

Ad Home

Polisi Indonesia Mengabdi Tanpa Tepi Menjaga Ketenangan, Menyatu dengan Rakyat

JAKARTA - Di balik seragam yang dikenakan, seorang polisi memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keamanan, melindungi masyarakat, dan memastikan kehidupan berjalan dengan aman dan tenteram. Pengabdian tersebut bukan semata-mata tentang menjalankan tugas, melainkan juga menghadirkan rasa tenang bagi masyarakat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Pesan mengenai makna pengabdian itu menjadi pengingat bahwa kehadiran polisi seharusnya tidak menimbulkan rasa takut, tetapi menghadirkan perlindungan, kepedulian, dan rasa percaya. Hubungan antara polisi dan masyarakat pun perlu dibangun melalui kedekatan, komunikasi, serta komitmen untuk saling menghormati.

View on Threads

Pada hakikatnya, tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penanganan tindak kejahatan atau penyelesaian masalah yang terjadi di tengah masyarakat. Upaya pencegahan, pemeliharaan keamanan, dan pelayanan kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dari pengabdian tersebut.

Pengabdian yang Dirasakan Masyarakat

Makna keberadaan polisi dapat dilihat dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Seorang ibu dapat mengantar anaknya ke sekolah dengan tenang, pedagang bisa mencari nafkah tanpa dihantui rasa takut, dan anak-anak dapat bermain dengan aman di lingkungan tempat tinggalnya.

Situasi tersebut mungkin terlihat biasa bagi sebagian orang. Namun, terciptanya rasa aman merupakan bagian penting dari kehidupan bermasyarakat yang tidak terlepas dari upaya berbagai pihak dalam menjaga ketertiban.

Tidak semua masyarakat mengetahui siapa petugas yang berjaga atau melakukan pengamanan di lingkungan mereka. Bahkan, tidak sedikit yang mungkin tidak pernah bertemu langsung dengan polisi yang bertugas menjaga keamanan di suatu wilayah.

Meski demikian, kondisi masyarakat yang dapat menjalani aktivitas tanpa rasa khawatir menjadi salah satu gambaran penting dari keberhasilan pengabdian tersebut.

Kebahagiaan seorang polisi tidak semestinya hanya diukur melalui penghargaan, pujian, atau pengakuan atas pekerjaannya. Lebih dari itu, keberhasilan juga tercermin ketika masyarakat yang dilindungi dapat hidup dengan aman, tenteram, dan sejahtera.

Membangun Kedekatan dan Kepercayaan

Hubungan antara polisi dan masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan keamanan yang berkelanjutan. Kepercayaan tidak dapat dibangun hanya melalui kewenangan atau simbol pangkat, tetapi perlu diwujudkan melalui sikap, tindakan, dan pelayanan yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Komunikasi yang terbuka, kepedulian terhadap persoalan warga, serta kesediaan untuk mendengarkan aspirasi menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan tersebut.

Polisi juga merupakan bagian dari masyarakat. Kehadirannya bukan untuk berdiri berseberangan dengan warga, melainkan bekerja bersama demi menjaga ketertiban dan keselamatan bersama.

Karena itu, upaya menghilangkan jarak antara polisi dan masyarakat perlu terus dilakukan. Hubungan yang dilandasi kejujuran, kepedulian, dan rasa saling percaya dapat menjadi fondasi bagi terciptanya lingkungan yang aman dan harmonis.

Di sisi lain, masyarakat juga memiliki peran dalam mendukung terciptanya keamanan. Kepedulian terhadap lingkungan, sikap saling menghormati, serta kemauan untuk bekerja sama dapat membantu mencegah terjadinya gangguan ketertiban.

https://bacasaja.today/polisi-indonesia-mengabdi-tanpa-tepi-menjaga-ketenangan-menyatu-dengan-rakyat-2/?feed_id=76558&_unique_id=6adf82be89429

Mengabdi Tanpa Tepi: Menjaga Ketenangan, Menyatu dengan Rakyat

JAKARTA - Di balik seragam yang dikenakan, seorang polisi memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keamanan, melindungi masyarakat, dan memastikan kehidupan berjalan dengan aman dan tenteram. Pengabdian tersebut bukan semata-mata tentang menjalankan tugas, melainkan juga menghadirkan rasa tenang bagi masyarakat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Pesan mengenai makna pengabdian itu menjadi pengingat bahwa kehadiran polisi seharusnya tidak menimbulkan rasa takut, tetapi menghadirkan perlindungan, kepedulian, dan rasa percaya. Hubungan antara polisi dan masyarakat pun perlu dibangun melalui kedekatan, komunikasi, serta komitmen untuk saling menghormati.

View on Threads

Pada hakikatnya, tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penanganan tindak kejahatan atau penyelesaian masalah yang terjadi di tengah masyarakat. Upaya pencegahan, pemeliharaan keamanan, dan pelayanan kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dari pengabdian tersebut.

Pengabdian yang Dirasakan Masyarakat

Makna keberadaan polisi dapat dilihat dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Seorang ibu dapat mengantar anaknya ke sekolah dengan tenang, pedagang bisa mencari nafkah tanpa dihantui rasa takut, dan anak-anak dapat bermain dengan aman di lingkungan tempat tinggalnya.

Situasi tersebut mungkin terlihat biasa bagi sebagian orang. Namun, terciptanya rasa aman merupakan bagian penting dari kehidupan bermasyarakat yang tidak terlepas dari upaya berbagai pihak dalam menjaga ketertiban.

Tidak semua masyarakat mengetahui siapa petugas yang berjaga atau melakukan pengamanan di lingkungan mereka. Bahkan, tidak sedikit yang mungkin tidak pernah bertemu langsung dengan polisi yang bertugas menjaga keamanan di suatu wilayah.

Meski demikian, kondisi masyarakat yang dapat menjalani aktivitas tanpa rasa khawatir menjadi salah satu gambaran penting dari keberhasilan pengabdian tersebut.

Kebahagiaan seorang polisi tidak semestinya hanya diukur melalui penghargaan, pujian, atau pengakuan atas pekerjaannya. Lebih dari itu, keberhasilan juga tercermin ketika masyarakat yang dilindungi dapat hidup dengan aman, tenteram, dan sejahtera.

Membangun Kedekatan dan Kepercayaan

Hubungan antara polisi dan masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan keamanan yang berkelanjutan. Kepercayaan tidak dapat dibangun hanya melalui kewenangan atau simbol pangkat, tetapi perlu diwujudkan melalui sikap, tindakan, dan pelayanan yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Komunikasi yang terbuka, kepedulian terhadap persoalan warga, serta kesediaan untuk mendengarkan aspirasi menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan tersebut.

Polisi juga merupakan bagian dari masyarakat. Kehadirannya bukan untuk berdiri berseberangan dengan warga, melainkan bekerja bersama demi menjaga ketertiban dan keselamatan bersama.

Karena itu, upaya menghilangkan jarak antara polisi dan masyarakat perlu terus dilakukan. Hubungan yang dilandasi kejujuran, kepedulian, dan rasa saling percaya dapat menjadi fondasi bagi terciptanya lingkungan yang aman dan harmonis.

Di sisi lain, masyarakat juga memiliki peran dalam mendukung terciptanya keamanan. Kepedulian terhadap lingkungan, sikap saling menghormati, serta kemauan untuk bekerja sama dapat membantu mencegah terjadinya gangguan ketertiban.

https://bacasaja.today/mengabdi-tanpa-tepi-menjaga-ketenangan-menyatu-dengan-rakyat-2/?feed_id=76294&_unique_id=6adf75f4e4f79

Mengabdi Tanpa Tepi: Menjaga Ketenangan, Menyatu dengan Rakyat

JAKARTA - Di balik seragam yang dikenakan, seorang polisi memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keamanan, melindungi masyarakat, dan memastikan kehidupan berjalan dengan aman dan tenteram. Pengabdian tersebut bukan semata-mata tentang menjalankan tugas, melainkan juga menghadirkan rasa tenang bagi masyarakat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Pesan mengenai makna pengabdian itu menjadi pengingat bahwa kehadiran polisi seharusnya tidak menimbulkan rasa takut, tetapi menghadirkan perlindungan, kepedulian, dan rasa percaya. Hubungan antara polisi dan masyarakat pun perlu dibangun melalui kedekatan, komunikasi, serta komitmen untuk saling menghormati.

View on Threads

Pada hakikatnya, tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penanganan tindak kejahatan atau penyelesaian masalah yang terjadi di tengah masyarakat. Upaya pencegahan, pemeliharaan keamanan, dan pelayanan kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dari pengabdian tersebut.

Pengabdian yang Dirasakan Masyarakat

Makna keberadaan polisi dapat dilihat dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Seorang ibu dapat mengantar anaknya ke sekolah dengan tenang, pedagang bisa mencari nafkah tanpa dihantui rasa takut, dan anak-anak dapat bermain dengan aman di lingkungan tempat tinggalnya.

Situasi tersebut mungkin terlihat biasa bagi sebagian orang. Namun, terciptanya rasa aman merupakan bagian penting dari kehidupan bermasyarakat yang tidak terlepas dari upaya berbagai pihak dalam menjaga ketertiban.

Tidak semua masyarakat mengetahui siapa petugas yang berjaga atau melakukan pengamanan di lingkungan mereka. Bahkan, tidak sedikit yang mungkin tidak pernah bertemu langsung dengan polisi yang bertugas menjaga keamanan di suatu wilayah.

Meski demikian, kondisi masyarakat yang dapat menjalani aktivitas tanpa rasa khawatir menjadi salah satu gambaran penting dari keberhasilan pengabdian tersebut.

Kebahagiaan seorang polisi tidak semestinya hanya diukur melalui penghargaan, pujian, atau pengakuan atas pekerjaannya. Lebih dari itu, keberhasilan juga tercermin ketika masyarakat yang dilindungi dapat hidup dengan aman, tenteram, dan sejahtera.

Membangun Kedekatan dan Kepercayaan

Hubungan antara polisi dan masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan keamanan yang berkelanjutan. Kepercayaan tidak dapat dibangun hanya melalui kewenangan atau simbol pangkat, tetapi perlu diwujudkan melalui sikap, tindakan, dan pelayanan yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Komunikasi yang terbuka, kepedulian terhadap persoalan warga, serta kesediaan untuk mendengarkan aspirasi menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan tersebut.

Polisi juga merupakan bagian dari masyarakat. Kehadirannya bukan untuk berdiri berseberangan dengan warga, melainkan bekerja bersama demi menjaga ketertiban dan keselamatan bersama.

Karena itu, upaya menghilangkan jarak antara polisi dan masyarakat perlu terus dilakukan. Hubungan yang dilandasi kejujuran, kepedulian, dan rasa saling percaya dapat menjadi fondasi bagi terciptanya lingkungan yang aman dan harmonis.

Di sisi lain, masyarakat juga memiliki peran dalam mendukung terciptanya keamanan. Kepedulian terhadap lingkungan, sikap saling menghormati, serta kemauan untuk bekerja sama dapat membantu mencegah terjadinya gangguan ketertiban.

https://bacasaja.today/mengabdi-tanpa-tepi-menjaga-ketenangan-menyatu-dengan-rakyat/?feed_id=76206&_unique_id=6adf73b702a6b

Polisi Bersama Masyarakat

JAKARTA - Di balik seragam yang dikenakan, seorang polisi memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keamanan, melindungi masyarakat, dan memastikan kehidupan berjalan dengan aman dan tenteram. Pengabdian tersebut bukan semata-mata tentang menjalankan tugas, melainkan juga menghadirkan rasa tenang bagi masyarakat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Pesan mengenai makna pengabdian itu menjadi pengingat bahwa kehadiran polisi seharusnya tidak menimbulkan rasa takut, tetapi menghadirkan perlindungan, kepedulian, dan rasa percaya. Hubungan antara polisi dan masyarakat pun perlu dibangun melalui kedekatan, komunikasi, serta komitmen untuk saling menghormati.

View on Threads

Pada hakikatnya, tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penanganan tindak kejahatan atau penyelesaian masalah yang terjadi di tengah masyarakat. Upaya pencegahan, pemeliharaan keamanan, dan pelayanan kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dari pengabdian tersebut.

Pengabdian yang Dirasakan Masyarakat

Makna keberadaan polisi dapat dilihat dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Seorang ibu dapat mengantar anaknya ke sekolah dengan tenang, pedagang bisa mencari nafkah tanpa dihantui rasa takut, dan anak-anak dapat bermain dengan aman di lingkungan tempat tinggalnya.

Situasi tersebut mungkin terlihat biasa bagi sebagian orang. Namun, terciptanya rasa aman merupakan bagian penting dari kehidupan bermasyarakat yang tidak terlepas dari upaya berbagai pihak dalam menjaga ketertiban.

Tidak semua masyarakat mengetahui siapa petugas yang berjaga atau melakukan pengamanan di lingkungan mereka. Bahkan, tidak sedikit yang mungkin tidak pernah bertemu langsung dengan polisi yang bertugas menjaga keamanan di suatu wilayah.

Meski demikian, kondisi masyarakat yang dapat menjalani aktivitas tanpa rasa khawatir menjadi salah satu gambaran penting dari keberhasilan pengabdian tersebut.

Kebahagiaan seorang polisi tidak semestinya hanya diukur melalui penghargaan, pujian, atau pengakuan atas pekerjaannya. Lebih dari itu, keberhasilan juga tercermin ketika masyarakat yang dilindungi dapat hidup dengan aman, tenteram, dan sejahtera.

Membangun Kedekatan dan Kepercayaan

Hubungan antara polisi dan masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan keamanan yang berkelanjutan. Kepercayaan tidak dapat dibangun hanya melalui kewenangan atau simbol pangkat, tetapi perlu diwujudkan melalui sikap, tindakan, dan pelayanan yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Komunikasi yang terbuka, kepedulian terhadap persoalan warga, serta kesediaan untuk mendengarkan aspirasi menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan tersebut.

Polisi juga merupakan bagian dari masyarakat. Kehadirannya bukan untuk berdiri berseberangan dengan warga, melainkan bekerja bersama demi menjaga ketertiban dan keselamatan bersama.

Karena itu, upaya menghilangkan jarak antara polisi dan masyarakat perlu terus dilakukan. Hubungan yang dilandasi kejujuran, kepedulian, dan rasa saling percaya dapat menjadi fondasi bagi terciptanya lingkungan yang aman dan harmonis.

Di sisi lain, masyarakat juga memiliki peran dalam mendukung terciptanya keamanan. Kepedulian terhadap lingkungan, sikap saling menghormati, serta kemauan untuk bekerja sama dapat membantu mencegah terjadinya gangguan ketertiban.

https://bacasaja.today/polisi-bersama-masyarakat-melindungi-mengayomi-dan-melayani/?feed_id=75942&_unique_id=6adf55907956e

Sabtu Berkah Bersama Ojol, Kapolda Metro Jaya Ajak Pengemudi Utamakan Keselamatan

JAKARTA — Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto mengajak para pengemudi ojek online untuk selalu menjaga kesehatan dan mengutamakan keselamatan saat mencari nafkah. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sabtu Berkah bersama pengemudi ojol di depan Gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Sabtu (24/10/2026).

[embed]https://youtube.com/shorts/WPBdDcxrn94?si=72E0rHno7z3Ork0z[/embed]

Kegiatan yang turut dihadiri Dirintelkam, Dirlantas, dan Dirbinmas Polda Metro Jaya itu menjadi kesempatan bagi Kapolda untuk menyapa dan berbincang langsung dengan para pengemudi. Ia mengingatkan agar mereka selalu berhati-hati saat bekerja karena keluarga menantikan kepulangan mereka di rumah.

“Yang penting jaga kesehatan dan keselamatan. Jadi kalau mau ke mana-mana, utamakan itu,” ujarnya.

Kapolda juga mengajak para pengemudi untuk berdoa sebelum berangkat mencari nafkah agar dapat kembali ke rumah dengan selamat. Ia menyampaikan bahwa kegiatan Sabtu Berkah bersama pengemudi ojol direncanakan berlangsung rutin setiap Sabtu sebagai sarana berbagi dan menjaga silaturahmi dalam semangat Polisi Bersama Masyarakat.

Salah seorang pengemudi ojol asal Jakarta Utara, Hendri Manurung, yang telah bekerja sejak 2015, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi perhatian Kapolda Metro Jaya dan berharap komunikasi antara kepolisian dengan komunitas ojol terus terjalin, termasuk dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Hal senada disampaikan Jefry Gobang, koordinator ojol wilayah Kabupaten Bekasi. Ia mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan serta kesempatan bersilaturahmi langsung dengan Kapolda. Menurutnya, kegiatan tersebut bermanfaat bagi para pengemudi sekaligus menjadi kesempatan untuk menjaga hubungan baik dengan kepolisian.

https://bacasaja.today/sabtu-berkah-bersama-ojol-kapolda-metro-jaya-ajak-pengemudi-utamakan-keselamatan-3/?feed_id=73742&_unique_id=6add0e3904c4d
Sabtu Berkah Bersama Ojol, Kapolda Metro Jaya Ajak Pengemudi Utamakan Keselamatan JAKARTA — Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto mengajak para pengemudi ojek online untuk selalu menjaga kesehatan dan mengutamakan keselamatan saat mencari nafkah. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sabtu Berkah bersama pengemudi ojol di depan Gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan yang turut dihadiri Dirintelkam, Dirlantas, dan Dirbinmas Polda Metro Jaya itu menjadi kesempatan bagi Kapolda untuk menyapa dan berbincang langsung dengan para pengemudi. Ia mengingatkan agar mereka selalu berhati-hati saat bekerja karena keluarga menantikan kepulangan mereka di rumah. “Yang penting jaga kesehatan dan keselamatan. Jadi kalau mau ke mana-mana, utamakan itu,” ujarnya. Kapolda juga mengajak para pengemudi untuk berdoa sebelum berangkat mencari nafkah agar dapat kembali ke rumah dengan selamat. Ia menyampaikan bahwa kegiatan Sabtu Berkah bersama pengemudi ojol direncanakan berlangsung rutin setiap Sabtu sebagai sarana berbagi dan menjaga silaturahmi dalam semangat Polisi Bersama Masyarakat. Salah seorang pengemudi ojol asal Jakarta Utara, Hendri Manurung, yang telah bekerja sejak 2015, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi perhatian Kapolda Metro Jaya dan berharap komunikasi antara kepolisian dengan komunitas ojol terus terjalin, termasuk dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat. Hal senada disampaikan Jefry Gobang, koordinator ojol wilayah Kabupaten Bekasi. Ia mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan serta kesempatan bersilaturahmi langsung dengan Kapolda. Menurutnya, kegiatan tersebut bermanfaat bagi para pengemudi sekaligus menjadi kesempatan untuk menjaga hubungan baik dengan kepolisian. https://beritapolisi.com/sabtu-berkah-bersama-ojol-kapolda-metro-jaya-ajak-pengemudi-utamakan-keselamatan/?feed_id=298025&_unique_id=6add030fd3e3a https://beritapolisi.com/sabtu-berkah-bersama-ojol-kapolda-metro-jaya-ajak-pengemudi-utamakan-keselamatan/?feed_id=298025&_unique_id=6add030fd3e3a https://beritapolisi.com/sabtu-berkah-bersama-ojol-kapolda-metro-jaya-ajak-pengemudi-utamakan-keselamatan/?feed_id=298025&_unique_id=6add030fd3e3a https://beritapolisi.com/sabtu-berkah-bersama-ojol-kapolda-metro-jaya-ajak-pengemudi-utamakan-keselamatan/?feed_id=298025&_unique_id=6add030fd3e3a https://beritapolisi.com/sabtu-berkah-bersama-ojol-kapolda-metro-jaya-ajak-pengemudi-utamakan-keselamatan/?feed_id=298025&_unique_id=6add030fd3e3a https://beritapolisi.com/sabtu-berkah-bersama-ojol-kapolda-metro-jaya-ajak-pengemudi-utamakan-keselamatan/?feed_id=298025&_unique_id=6add030fd3e3a https://beritapolisi.com/sabtu-berkah-bersama-ojol-kapolda-metro-jaya-ajak-pengemudi-utamakan-keselamatan/?feed_id=298025&_unique_id=6add030fd3e3a https://beritapolisi.com/sabtu-berkah-bersama-ojol-kapolda-metro-jaya-ajak-pengemudi-utamakan-keselamatan/?feed_id=298025&_unique_id=6add030fd3e3a

Wakapolda Banten Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho, Ajak Masyarakat Perkuat Ukhuwah dan Jaga Kamtibmas

  Wakapolda Banten Brigjen Pol. Zain Dwi Nugroho melaksanakan kegiatan Shalat Jumat Keliling di Masjid Jami Al Mutoharo, Lingkungan Kabul, Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Provinsi Banten, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan tersebut, menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat Melalui kegiatan tersebut, Wakapolda Banten ingin memastikan, bahwa kehadiran Polri tidak hanya dirasakan dalam pelaksanaan tugas penegakan hukum, tetapi juga melalui pendekatan keagamaan, komunikasi langsung, dan kepedulian terhadap kehidupan sosial masyarakat. Dalam kesempatan itu, Wakapolda Banten mengajak para jamaah untuk menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai landasan dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis, saling menghormati, serta menjaga persatuan di tengah berbagai tantangan sosial. Menurutnya, terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif, membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Peran tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh warga sangat penting dalam mencegah potensi konflik serta menyelesaikan persoalan melalui komunikasi dan musyawarah. “Melalui kegiatan Shalat Jumat Keliling ini, kami ingin mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Kami berharap, hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat dapat terus terjaga, sehingga bersama-sama kita mampu menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif,” ujar Wakapolda Banten. Wakapolda juga mengingatkan masyarakat, agar meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar. Menurutnya, keamanan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menjaga kerukunan antarwarga, mengaktifkan kembali kepedulian lingkungan, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan. Selain itu, Wakapolda Banten mengajak masyarakat, untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Ia menekankan, pentingnya menyaring informasi sebelum membagikannya, menghindari penyebaran kabar yang belum terverifikasi, serta tidak mudah terprovokasi oleh konten yang berpotensi memecah belah persatuan dan menimbulkan keresahan. “Masyarakat harus menjadi bagian dari upaya menjaga kedamaian. Jangan mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya. Apabila terdapat persoalan, mari kita kedepankan komunikasi, dialog, dan musyawarah agar tidak berkembang menjadi permasalahan yang lebih besar,” tegasnya. Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda turut mengingatkan, pentingnya peran keluarga dalam melindungi generasi muda dari pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba, judi online, dan praktik pinjaman online ilegal. Ia mengajak, para orang tua untuk meningkatkan pengawasan serta membangun komunikasi yang baik dengan anak-anak, agar terhindar dari perilaku yang dapat merugikan masa depan mereka. Wakapolda menegaskan, bahwa Polri akan terus berupaya memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat. Oleh karena itu, ia mengajak warga untuk tidak ragu menjalin komunikasi dengan Bhabinkamtibmas maupun kantor kepolisian terdekat apabila membutuhkan bantuan atau hendak menyampaikan informasi terkait situasi kamtibmas. “Kami mengharapkan dukungan dan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan. Apabila ada permasalahan atau informasi yang membutuhkan kehadiran kepolisian, silakan disampaikan melalui saluran pengaduan yang tersedia. Sinergi dan kepercayaan masyarakat merupakan bagian penting dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan terkendali,” ungkapnya. Kegiatan Shalat Jumat Keliling ini, juga menjadi wujud komitmen Polda Banten dalam memperkuat pendekatan humanis serta membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat melalui kegiatan keagamaan dan silaturahmi secara langsung. Menutup kegiatan, Wakapolda Banten menyampaikan apresiasi. kepada pengurus Masjid Jami Al Mutoharo dan seluruh jamaah atas sambutan yang diberikan. Ia berharap, silaturahmi tersebut dapat memperkuat persaudaraan, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, serta mendorong tumbuhnya kepedulian bersama dalam menjaga keamanan lingkungan. “Dengan kebersamaan, kepedulian, dan komunikasi yang baik, kita dapat menjaga persatuan serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Mari kita jadikan kerukunan sebagai kekuatan untuk membangun masyarakat Banten yang damai dan harmonis,” terang Wakapolda Banten.
https://beritapolisi.com/brigjen-pol-zain-dwi-nugroho-ajak-masyarakat-perkuat-ukhuwah-dan-jaga-kamtibmas/?feed_id=297605&_unique_id=6adca1fab623d https://beritapolisi.com/brigjen-pol-zain-dwi-nugroho-ajak-masyarakat-perkuat-ukhuwah-dan-jaga-kamtibmas/?feed_id=297605&_unique_id=6adca1fab623d https://beritapolisi.com/brigjen-pol-zain-dwi-nugroho-ajak-masyarakat-perkuat-ukhuwah-dan-jaga-kamtibmas/?feed_id=297605&_unique_id=6adca1fab623d https://beritapolisi.com/brigjen-pol-zain-dwi-nugroho-ajak-masyarakat-perkuat-ukhuwah-dan-jaga-kamtibmas/?feed_id=297605&_unique_id=6adca1fab623d https://beritapolisi.com/brigjen-pol-zain-dwi-nugroho-ajak-masyarakat-perkuat-ukhuwah-dan-jaga-kamtibmas/?feed_id=297605&_unique_id=6adca1fab623d https://beritapolisi.com/brigjen-pol-zain-dwi-nugroho-ajak-masyarakat-perkuat-ukhuwah-dan-jaga-kamtibmas/?feed_id=297605&_unique_id=6adca1fab623d https://beritapolisi.com/brigjen-pol-zain-dwi-nugroho-ajak-masyarakat-perkuat-ukhuwah-dan-jaga-kamtibmas/?feed_id=297605&_unique_id=6adca1fab623d https://beritapolisi.com/brigjen-pol-zain-dwi-nugroho-ajak-masyarakat-perkuat-ukhuwah-dan-jaga-kamtibmas/?feed_id=297605&_unique_id=6adca1fab623d

Wakapolda Banten Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho, Ajak Masyarakat Perkuat Ukhuwah dan Jaga Kamtibmas

  Wakapolda Banten Brigjen Pol. Zain Dwi Nugroho melaksanakan kegiatan Shalat Jumat Keliling di Masjid Jami Al Mutoharo, Lingkungan Kabul, Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Provinsi Banten, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan tersebut, menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat Melalui kegiatan tersebut, Wakapolda Banten ingin memastikan, bahwa kehadiran Polri tidak hanya dirasakan dalam pelaksanaan tugas penegakan hukum, tetapi juga melalui pendekatan keagamaan, komunikasi langsung, dan kepedulian terhadap kehidupan sosial masyarakat. Dalam kesempatan itu, Wakapolda Banten mengajak para jamaah untuk menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai landasan dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis, saling menghormati, serta menjaga persatuan di tengah berbagai tantangan sosial. Menurutnya, terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif, membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Peran tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh warga sangat penting dalam mencegah potensi konflik serta menyelesaikan persoalan melalui komunikasi dan musyawarah. “Melalui kegiatan Shalat Jumat Keliling ini, kami ingin mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Kami berharap, hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat dapat terus terjaga, sehingga bersama-sama kita mampu menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif,” ujar Wakapolda Banten. Wakapolda juga mengingatkan masyarakat, agar meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar. Menurutnya, keamanan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menjaga kerukunan antarwarga, mengaktifkan kembali kepedulian lingkungan, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan. Selain itu, Wakapolda Banten mengajak masyarakat, untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Ia menekankan, pentingnya menyaring informasi sebelum membagikannya, menghindari penyebaran kabar yang belum terverifikasi, serta tidak mudah terprovokasi oleh konten yang berpotensi memecah belah persatuan dan menimbulkan keresahan. “Masyarakat harus menjadi bagian dari upaya menjaga kedamaian. Jangan mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya. Apabila terdapat persoalan, mari kita kedepankan komunikasi, dialog, dan musyawarah agar tidak berkembang menjadi permasalahan yang lebih besar,” tegasnya. Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda turut mengingatkan, pentingnya peran keluarga dalam melindungi generasi muda dari pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba, judi online, dan praktik pinjaman online ilegal. Ia mengajak, para orang tua untuk meningkatkan pengawasan serta membangun komunikasi yang baik dengan anak-anak, agar terhindar dari perilaku yang dapat merugikan masa depan mereka. Wakapolda menegaskan, bahwa Polri akan terus berupaya memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat. Oleh karena itu, ia mengajak warga untuk tidak ragu menjalin komunikasi dengan Bhabinkamtibmas maupun kantor kepolisian terdekat apabila membutuhkan bantuan atau hendak menyampaikan informasi terkait situasi kamtibmas. “Kami mengharapkan dukungan dan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan. Apabila ada permasalahan atau informasi yang membutuhkan kehadiran kepolisian, silakan disampaikan melalui saluran pengaduan yang tersedia. Sinergi dan kepercayaan masyarakat merupakan bagian penting dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan terkendali,” ungkapnya. Kegiatan Shalat Jumat Keliling ini, juga menjadi wujud komitmen Polda Banten dalam memperkuat pendekatan humanis serta membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat melalui kegiatan keagamaan dan silaturahmi secara langsung. Menutup kegiatan, Wakapolda Banten menyampaikan apresiasi. kepada pengurus Masjid Jami Al Mutoharo dan seluruh jamaah atas sambutan yang diberikan. Ia berharap, silaturahmi tersebut dapat memperkuat persaudaraan, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, serta mendorong tumbuhnya kepedulian bersama dalam menjaga keamanan lingkungan. “Dengan kebersamaan, kepedulian, dan komunikasi yang baik, kita dapat menjaga persatuan serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Mari kita jadikan kerukunan sebagai kekuatan untuk membangun masyarakat Banten yang damai dan harmonis,” terang Wakapolda Banten.
https://beritapolisi.com/wakapolda-banten-brigjen-pol-zain-dwi-nugroho-ajak-masyarakat-perkuat-ukhuwah-dan-jaga-kamtibmas-2/?feed_id=297395&_unique_id=6adc9f23999ec https://beritapolisi.com/wakapolda-banten-brigjen-pol-zain-dwi-nugroho-ajak-masyarakat-perkuat-ukhuwah-dan-jaga-kamtibmas-2/?feed_id=297395&_unique_id=6adc9f23999ec https://beritapolisi.com/wakapolda-banten-brigjen-pol-zain-dwi-nugroho-ajak-masyarakat-perkuat-ukhuwah-dan-jaga-kamtibmas-2/?feed_id=297395&_unique_id=6adc9f23999ec https://beritapolisi.com/wakapolda-banten-brigjen-pol-zain-dwi-nugroho-ajak-masyarakat-perkuat-ukhuwah-dan-jaga-kamtibmas-2/?feed_id=297395&_unique_id=6adc9f23999ec https://beritapolisi.com/wakapolda-banten-brigjen-pol-zain-dwi-nugroho-ajak-masyarakat-perkuat-ukhuwah-dan-jaga-kamtibmas-2/?feed_id=297395&_unique_id=6adc9f23999ec https://beritapolisi.com/wakapolda-banten-brigjen-pol-zain-dwi-nugroho-ajak-masyarakat-perkuat-ukhuwah-dan-jaga-kamtibmas-2/?feed_id=297395&_unique_id=6adc9f23999ec https://beritapolisi.com/wakapolda-banten-brigjen-pol-zain-dwi-nugroho-ajak-masyarakat-perkuat-ukhuwah-dan-jaga-kamtibmas-2/?feed_id=297395&_unique_id=6adc9f23999ec https://beritapolisi.com/wakapolda-banten-brigjen-pol-zain-dwi-nugroho-ajak-masyarakat-perkuat-ukhuwah-dan-jaga-kamtibmas-2/?feed_id=297395&_unique_id=6adc9f23999ec

Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho, Ajak Masyarakat Perkuat Ukhuwah dan Jaga Kamtibmas 

Wakapolda Banten Brigjen Pol. Zain Dwi Nugroho melaksanakan kegiatan Shalat Jumat Keliling di Masjid Jami Al Mutoharo, Lingkungan Kabul, Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Provinsi Banten, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan tersebut, menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat

Melalui kegiatan tersebut, Wakapolda Banten ingin memastikan, bahwa kehadiran Polri tidak hanya dirasakan dalam pelaksanaan tugas penegakan hukum, tetapi juga melalui pendekatan keagamaan, komunikasi langsung, dan kepedulian terhadap kehidupan sosial masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Wakapolda Banten mengajak para jamaah untuk menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai landasan dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis, saling menghormati, serta menjaga persatuan di tengah berbagai tantangan sosial.

Menurutnya, terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif, membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.

Peran tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh warga sangat penting dalam mencegah potensi konflik serta menyelesaikan persoalan melalui komunikasi dan musyawarah.

“Melalui kegiatan Shalat Jumat Keliling ini, kami ingin mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Kami berharap, hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat dapat terus terjaga, sehingga bersama-sama kita mampu menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif,” ujar Wakapolda Banten.

Wakapolda juga mengingatkan masyarakat, agar meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar.

Menurutnya, keamanan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menjaga kerukunan antarwarga, mengaktifkan kembali kepedulian lingkungan, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan.

Selain itu, Wakapolda Banten mengajak masyarakat, untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

Ia menekankan, pentingnya menyaring informasi sebelum membagikannya, menghindari penyebaran kabar yang belum terverifikasi, serta tidak mudah terprovokasi oleh konten yang berpotensi memecah belah persatuan dan menimbulkan keresahan.

“Masyarakat harus menjadi bagian dari upaya menjaga kedamaian. Jangan mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya. Apabila terdapat persoalan, mari kita kedepankan komunikasi, dialog, dan musyawarah agar tidak berkembang menjadi permasalahan yang lebih besar,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda turut mengingatkan, pentingnya peran keluarga dalam melindungi generasi muda dari pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba, judi online, dan praktik pinjaman online ilegal.

Ia mengajak, para orang tua untuk meningkatkan pengawasan serta membangun komunikasi yang baik dengan anak-anak, agar terhindar dari perilaku yang dapat merugikan masa depan mereka.

Wakapolda menegaskan, bahwa Polri akan terus berupaya memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.

Oleh karena itu, ia mengajak warga untuk tidak ragu menjalin komunikasi dengan Bhabinkamtibmas maupun kantor kepolisian terdekat apabila membutuhkan bantuan atau hendak menyampaikan informasi terkait situasi kamtibmas.

“Kami mengharapkan dukungan dan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan. Apabila ada permasalahan atau informasi yang membutuhkan kehadiran kepolisian, silakan disampaikan melalui saluran pengaduan yang tersedia. Sinergi dan kepercayaan masyarakat merupakan bagian penting dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan terkendali,” ungkapnya.

Kegiatan Shalat Jumat Keliling ini, juga menjadi wujud komitmen Polda Banten dalam memperkuat pendekatan humanis serta membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat melalui kegiatan keagamaan dan silaturahmi secara langsung.

Menutup kegiatan, Wakapolda Banten menyampaikan apresiasi. kepada pengurus Masjid Jami Al Mutoharo dan seluruh jamaah atas sambutan yang diberikan.

Ia berharap, silaturahmi tersebut dapat memperkuat persaudaraan, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, serta mendorong tumbuhnya kepedulian bersama dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Dengan kebersamaan, kepedulian, dan komunikasi yang baik, kita dapat menjaga persatuan serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Mari kita jadikan kerukunan sebagai kekuatan untuk membangun masyarakat Banten yang damai dan harmonis,” terang Wakapolda Banten.

https://bacasaja.today/brigjen-pol-zain-dwi-nugroho-ajak-masyarakat-perkuat-ukhuwah-dan-jaga-kamtibmas/?feed_id=73214&_unique_id=6adc9dbec391a

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 320 Kg Sisik Trenggiling di Kontrakan Bekasi

Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya berhasil membongkar kasus penyelundupan sisik trenggiling seberat 320 kilogram. Dalam kasus ini, polisi menangkap dua pelaku.

Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto mengungkap jika kasus ini terbongkar diawali dari masuknya laporan polisi.

"Pada 6 Oktober 2026 petugas menindaklanjuti informasi masyarakat dan memeriksa rumah kontrakan di Jatiasih, Kota Bekasi," kata Komjen Dadang dalam koferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Penyelidikan kemudian bergulir sampai akhirnya polisi menggerebek sebuah kontrakan di Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat. Di dalam kontrakan tersebut, polisi menemukan 11 karung sisik trenggiling dengan berat keseluruhan 320 kilogram.

"Sisik tersebuit ditampung, dikemas kembali di Bekasi, kemudian dikirim menuju Medan dan Tanjung Pinang," ujarnya.

Dalam kasus ini, polisi menangkap dua tersangka. Keduanya berperan sebagai penerima barang, penyimpan dan pengirim barang.

"Berdasarkan pemeriksaan awal, kegiatan berlangsung sejak Desember 2025," katanya.

Kekinian, Polda Metro Jaya sendiri masih terus menyelidiki dan mengembangan kasus tersebut.

"Penyidikan dikembangkan untuk menelusuri pemasok, pemberi perintah dan penerima," pungkasnya.

https://bacasaja.today/polda-metro-bongkar-penyelundupan-320-kg-sisik-trenggiling-di-kontrakan-bekasi/?feed_id=72774&_unique_id=6adbd02613856

Tennis

Racing

Powered by Blogger.