Header Ads

Showing posts with label HukumKriminal. Show all posts
Showing posts with label HukumKriminal. Show all posts

Presiden Resmikan Jembatan Merah Putih Presisi, Jadi Penghubung Baru Warga di Wilayah Polres Metro Bekasi

Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Asep Edi Suheri saat meresmikan secara langsung salah satu jembatan yang berlokasi di Kampung Pulongandang Tengah RT 10/RW 03, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Kamis (13/8/2026). ANTARA/HO-Humas Polda Metro Jaya.
Sebanyak lima Jembatan Merah Putih Presisi di wilayah hukum Polda Metro Jaya diresmikan Presiden bersamaan dengan jembatan lainnya untuk mendukung konektivitas dan mobilitas masyarakat, Kamis. [embed]https://www.youtube.com/watch?v=PGMrxBPvG4c[/embed] Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri turut menghadiri peresmian sekaligus bakti sosial dan bakti kesehatan di Kampung Pulongandang Tengah RT 10/RW 03, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi. "Peresmian tersebut menjadi bagian dari rangkaian peresmian Jembatan TNI-Polri dan sumber air bersih yang di resmikan Presiden RI Prabowo Subianto secara virtual melalui konferensi video Zoom," katanya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis. Kapolda Metro Jaya bersama para pejabat utama Polda Metro Jaya mengikuti rangkaian kegiatan tersebut dari lokasi Jembatan Merah Putih Presisi di Cabangbungin, sekaligus meresmikan jembatan untuk mulai dimanfaatkan masyarakat. Di wilayah hukum Polda Metro Jaya terdapat lima Jembatan Merah Putih Presisi yang tersebar di Kabupaten Bekasi dan Kota Tangerang Selatan. Empat jembatan berada di Kabupaten Bekasi, sementara satu lainnya berada di Kota Tangerang Selatan. "Empat titik di Kabupaten Bekasi masing-masing berada di Kampung Kalenderwak, Desa Karangsari, Kecamatan Cikarang Timur; Kampung Kobak Ceper, Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran; Kampung Pulongandang Tengah, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin; serta Desa Bantar Jaya, Kecamatan Pebayuran. Sementara satu jembatan lainnya berada di Kelurahan Ciputat, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan," ucap Asep. Keberadaan lima jembatan tersebut menjadi akses penghubung baru bagi masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari. "Infrastruktur tersebut diharapkan mempermudah perjalanan warga menuju permukiman, sekolah, fasilitas pelayanan, lahan pertanian maupun pusat kegiatan ekonomi, sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian dan produk usaha masyarakat," kata Asep. Khusus di Desa Sindangsari, Cabangbungin, Jembatan Merah Putih Presisi menjadi sarana penghubung yang memberikan akses lebih aman dan layak bagi warga sekitar. Usai peresmian, Kapolda Metro Jaya bersama jajaran juga meninjau langsung jembatan serta berdialog dengan masyarakat. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Polda Metro Jaya juga menggelar bakti sosial berupa penyerahan paket bantuan serta bakti kesehatan bagi masyarakat sekitar. Kapolda Metro Jaya bersama para pejabat utama Polda Metro Jaya meninjau langsung layanan pemeriksaan kesehatan dan berdialog dengan warga. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kepedulian Polri sekaligus upaya mendekatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Sementara itu Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, memahami kebutuhan warga dan membantu memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi. “Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kita harus terus bersama-sama berada di tengah-tengah rakyat serta memahami dan mengerti apa yang menjadi masalah di masyarakat,” ujar Kapolri. Kapolri juga menegaskan bahwa seluruh jajaran kepolisian harus terus menjaga kedekatan dengan masyarakat dan memberikan pengabdian terbaik. “Polri lahir dari rakyat dan harus selalu menjadi polisi rakyat. Semoga amanah dan pesan dari Bapak Presiden betul-betul dapat kita laksanakan, sehingga kita bisa memberikan pengabdian terbaik demi terwujudnya Polri untuk masyarakat,” pungkas Kapolri. Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi tersebut menjadi wujud kolaborasi Polri, pemerintah dan masyarakat dalam menghadirkan infrastruktur yang memperkuat konektivitas serta memberikan manfaat nyata bagi warga. Masyarakat juga diharapkan turut menjaga dan merawat fasilitas tersebut agar dapat digunakan secara aman dan berkelanjutan.
https://merahputih.press/presiden-resmikan-jembatan-merah-putih-presisi-jadi-penghubung-baru-warga-di-wilayah-polres-metro-bekasi-4/?feed_id=61376&_unique_id=6a7e84072e833

Presiden Prabowo Resmikan Jembatan Merah Putih Presisi, Jadi Penghubung Baru Warga di Wilayah Polres Metro Bekasi

Jembatan Presisi jadi penghubung baru warga di wilayah Polda Metro Jaya
Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Asep Edi Suheri saat meresmikan secara langsung salah satu jembatan yang berlokasi di Kampung Pulongandang Tengah RT 10/RW 03, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Kamis (13/8/2026). ANTARA/HO-Humas Polda Metro Jaya.
Jakarta (ANTARA) - Sebanyak lima Jembatan Merah Putih Presisi di wilayah hukum Polda Metro Jaya diresmikan Presiden bersamaan dengan jembatan lainnya untuk mendukung konektivitas dan mobilitas masyarakat, Kamis. Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri turut menghadiri peresmian sekaligus bakti sosial dan bakti kesehatan di Kampung Pulongandang Tengah RT 10/RW 03, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi. "Peresmian tersebut menjadi bagian dari rangkaian peresmian Jembatan TNI-Polri dan sumber air bersih yang di resmikan Presiden RI Prabowo Subianto secara virtual melalui konferensi video Zoom," katanya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis. Kapolda Metro Jaya bersama para pejabat utama Polda Metro Jaya mengikuti rangkaian kegiatan tersebut dari lokasi Jembatan Merah Putih Presisi di Cabangbungin, sekaligus meresmikan jembatan untuk mulai dimanfaatkan masyarakat. Di wilayah hukum Polda Metro Jaya terdapat lima Jembatan Merah Putih Presisi yang tersebar di Kabupaten Bekasi dan Kota Tangerang Selatan. Empat jembatan berada di Kabupaten Bekasi, sementara satu lainnya berada di Kota Tangerang Selatan. "Empat titik di Kabupaten Bekasi masing-masing berada di Kampung Kalenderwak, Desa Karangsari, Kecamatan Cikarang Timur; Kampung Kobak Ceper, Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran; Kampung Pulongandang Tengah, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin; serta Desa Bantar Jaya, Kecamatan Pebayuran. Sementara satu jembatan lainnya berada di Kelurahan Ciputat, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan," ucap Asep. Keberadaan lima jembatan tersebut menjadi akses penghubung baru bagi masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari. "Infrastruktur tersebut diharapkan mempermudah perjalanan warga menuju permukiman, sekolah, fasilitas pelayanan, lahan pertanian maupun pusat kegiatan ekonomi, sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian dan produk usaha masyarakat," kata Asep. Khusus di Desa Sindangsari, Cabangbungin, Jembatan Merah Putih Presisi menjadi sarana penghubung yang memberikan akses lebih aman dan layak bagi warga sekitar. Usai peresmian, Kapolda Metro Jaya bersama jajaran juga meninjau langsung jembatan serta berdialog dengan masyarakat. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Polda Metro Jaya juga menggelar bakti sosial berupa penyerahan paket bantuan serta bakti kesehatan bagi masyarakat sekitar. Kapolda Metro Jaya bersama para pejabat utama Polda Metro Jaya meninjau langsung layanan pemeriksaan kesehatan dan berdialog dengan warga. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kepedulian Polri sekaligus upaya mendekatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Sementara itu Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, memahami kebutuhan warga dan membantu memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi. “Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kita harus terus bersama-sama berada di tengah-tengah rakyat serta memahami dan mengerti apa yang menjadi masalah di masyarakat,” ujar Kapolri. Kapolri juga menegaskan bahwa seluruh jajaran kepolisian harus terus menjaga kedekatan dengan masyarakat dan memberikan pengabdian terbaik. “Polri lahir dari rakyat dan harus selalu menjadi polisi rakyat. Semoga amanah dan pesan dari Bapak Presiden betul-betul dapat kita laksanakan, sehingga kita bisa memberikan pengabdian terbaik demi terwujudnya Polri untuk masyarakat,” pungkas Kapolri. Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi tersebut menjadi wujud kolaborasi Polri, pemerintah dan masyarakat dalam menghadirkan infrastruktur yang memperkuat konektivitas serta memberikan manfaat nyata bagi warga. Masyarakat juga diharapkan turut menjaga dan merawat fasilitas tersebut agar dapat digunakan secara aman dan berkelanjutan.
https://merahputih.press/presiden-prabowo-resmikan-jembatan-merah-putih-presisi-jadi-penghubung-baru-warga-di-wilayah-polres-metro-bekasi/?feed_id=61049&_unique_id=6a7e453e962f6

Jembatan Presisi jadi penghubung baru warga di wilayah Polda Metro Jaya

Jembatan Presisi jadi penghubung baru warga di wilayah Polda Metro Jaya
Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Asep Edi Suheri saat meresmikan secara langsung salah satu jembatan yang berlokasi di Kampung Pulongandang Tengah RT 10/RW 03, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Kamis (13/8/2026). ANTARA/HO-Humas Polda Metro Jaya.
Jakarta (ANTARA) - Sebanyak lima Jembatan Merah Putih Presisi di wilayah hukum Polda Metro Jaya diresmikan Presiden bersamaan dengan jembatan lainnya untuk mendukung konektivitas dan mobilitas masyarakat, Kamis. Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri turut menghadiri peresmian sekaligus bakti sosial dan bakti kesehatan di Kampung Pulongandang Tengah RT 10/RW 03, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi. "Peresmian tersebut menjadi bagian dari rangkaian peresmian Jembatan TNI-Polri dan sumber air bersih yang di resmikan Presiden RI Prabowo Subianto secara virtual melalui konferensi video Zoom," katanya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis. Kapolda Metro Jaya bersama para pejabat utama Polda Metro Jaya mengikuti rangkaian kegiatan tersebut dari lokasi Jembatan Merah Putih Presisi di Cabangbungin, sekaligus meresmikan jembatan untuk mulai dimanfaatkan masyarakat. Di wilayah hukum Polda Metro Jaya terdapat lima Jembatan Merah Putih Presisi yang tersebar di Kabupaten Bekasi dan Kota Tangerang Selatan. Empat jembatan berada di Kabupaten Bekasi, sementara satu lainnya berada di Kota Tangerang Selatan. "Empat titik di Kabupaten Bekasi masing-masing berada di Kampung Kalenderwak, Desa Karangsari, Kecamatan Cikarang Timur; Kampung Kobak Ceper, Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran; Kampung Pulongandang Tengah, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin; serta Desa Bantar Jaya, Kecamatan Pebayuran. Sementara satu jembatan lainnya berada di Kelurahan Ciputat, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan," ucap Asep. Keberadaan lima jembatan tersebut menjadi akses penghubung baru bagi masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari. "Infrastruktur tersebut diharapkan mempermudah perjalanan warga menuju permukiman, sekolah, fasilitas pelayanan, lahan pertanian maupun pusat kegiatan ekonomi, sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian dan produk usaha masyarakat," kata Asep. Khusus di Desa Sindangsari, Cabangbungin, Jembatan Merah Putih Presisi menjadi sarana penghubung yang memberikan akses lebih aman dan layak bagi warga sekitar. Usai peresmian, Kapolda Metro Jaya bersama jajaran juga meninjau langsung jembatan serta berdialog dengan masyarakat. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Polda Metro Jaya juga menggelar bakti sosial berupa penyerahan paket bantuan serta bakti kesehatan bagi masyarakat sekitar. Kapolda Metro Jaya bersama para pejabat utama Polda Metro Jaya meninjau langsung layanan pemeriksaan kesehatan dan berdialog dengan warga. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kepedulian Polri sekaligus upaya mendekatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Sementara itu Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, memahami kebutuhan warga dan membantu memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi. “Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kita harus terus bersama-sama berada di tengah-tengah rakyat serta memahami dan mengerti apa yang menjadi masalah di masyarakat,” ujar Kapolri. Kapolri juga menegaskan bahwa seluruh jajaran kepolisian harus terus menjaga kedekatan dengan masyarakat dan memberikan pengabdian terbaik. “Polri lahir dari rakyat dan harus selalu menjadi polisi rakyat. Semoga amanah dan pesan dari Bapak Presiden betul-betul dapat kita laksanakan, sehingga kita bisa memberikan pengabdian terbaik demi terwujudnya Polri untuk masyarakat,” pungkas Kapolri. Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi tersebut menjadi wujud kolaborasi Polri, pemerintah dan masyarakat dalam menghadirkan infrastruktur yang memperkuat konektivitas serta memberikan manfaat nyata bagi warga. Masyarakat juga diharapkan turut menjaga dan merawat fasilitas tersebut agar dapat digunakan secara aman dan berkelanjutan.
https://merahputih.press/jembatan-presisi-jadi-penghubung-baru-warga-di-wilayah-polda-metro-jaya/?feed_id=60613&_unique_id=6a7e347fb5fc5

Bikin Haru Kapolda Sumsel Terima Gethuk dari Korban Kebakaran di Mura

Momen Haru Kapolda Sumsel Terima Gethuk dari Korban Kebakaran di Mura

Viral! Kapolda Sumsel Terima Hadiah Gethuk Saat Resmikan Bedah Rumah di Musi Rawas--

  Momen Haru di Musi Rawas, Kapolda Sumsel Terima Gethuk Buatan Warga Korban Kebakaran MUSI RAWAS, sumeks.co- Di tengah rangkaian kunjungan kerja yang padat, sebuah momen sederhana justru menjadi sorotan saat Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho menerima hadiah tak biasa dari seorang warga korban kebakaran di Kabupaten Musi Rawas (Mura). Bukan cendera mata mewah atau bingkisan mahal, melainkan gethuk, makanan tradisional khas Jawa yang dibuat sendiri oleh warga bernama Jumono sebagai tanda terima kasih. Peristiwa penuh kehangatan itu terjadi saat Kapolda Sumsel menghadiri agenda sosial sekaligus meresmikan bantuan bedah rumah bagi warga terdampak kebakaran di Desa Wonosari, Kecamatan Megang Sakti, Rabu (29 April 2026). Jumono adalah salah satu warga yang rumahnya hangus dilalap api beberapa waktu lalu. Musibah itu membuat keluarganya kehilangan tempat tinggal dan harus memulai hidup dari awal. Melalui program bakti sosial Polda Sumsel, rumah Jumono dibangun kembali. Saat prosesi penyerahan kunci rumah secara simbolis berlangsung, ia mendekati Kapolda dengan wajah haru sambil membawa bungkusan sederhana. Di dalamnya terdapat gethuk buatan tangan sendiri yang sengaja disiapkan untuk orang nomor satu di Polda Sumsel itu. Bagi sebagian orang, gethuk mungkin hanya makanan biasa. Namun bagi Jumono, bingkisan itu adalah lambang rasa syukur dan penghargaan atas kepedulian yang telah diberikan. Kapolda Sumsel menerima hadiah tersebut dengan hangat. Bahkan, menurut jajaran kepolisian, gethuk itu dibawa langsung ke Palembang sebagai kenang-kenangan berharga. “Beliau sangat terharu dan membawa gethuk itu kembali ke Palembang. Ini bukan sekadar makanan, tetapi simbol kedekatan emosional antara Polri dan masyarakat,” ujar Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta. Kisah ini menjadi gambaran bahwa tugas kepolisian bukan hanya menjaga keamanan dan menegakkan hukum, tetapi juga hadir di tengah masyarakat saat mereka membutuhkan uluran tangan. Program bedah rumah yang dilakukan Polda Sumsel menjadi bagian dari pendekatan Polri Presisi, yakni pelayanan yang humanis, responsif, dan dirasakan langsung manfaatnya oleh warga. Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menyebut momen tersebut menjadi penyemangat bagi jajaran kepolisian. “Kami ingin kehadiran Polri benar-benar memberi manfaat. Ketulusan warga seperti ini menjadi motivasi untuk terus berbuat baik dan meningkatkan pelayanan,” katanya. Di tengah berita keras tentang kriminalitas dan penegakan hukum, kisah seorang warga yang menghadiahkan gethuk kepada Kapolda justru menghadirkan sisi lain yang menenangkan. Tak ada panggung megah, tak ada seremoni berlebihan. Hanya rumah sederhana yang dibangun kembali, seorang warga yang bersyukur, dan seporsi gethuk yang menyimpan makna besar. Kadang, hubungan antara negara dan rakyat memang tidak selalu dibangun lewat kata-kata besar. Cukup lewat kepedulian dan ketulusan sederhana dari dapur warga. https://merahputih.press/bikin-haru-kapolda-sumsel-terima-gethuk-dari-korban-kebakaran-di-mura/?feed_id=58651&_unique_id=69f5ec6f3430e

Momen Haru Kapolda Sumsel Terima Gethuk dari Korban Kebakaran di Mura

Momen Haru Kapolda Sumsel Terima Gethuk dari Korban Kebakaran di Mura

Viral! Kapolda Sumsel Terima Hadiah Gethuk Saat Resmikan Bedah Rumah di Musi Rawas--

  Momen Haru di Musi Rawas, Kapolda Sumsel Terima Gethuk Buatan Warga Korban Kebakaran MUSI RAWAS, sumeks.co- Di tengah rangkaian kunjungan kerja yang padat, sebuah momen sederhana justru menjadi sorotan saat Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho menerima hadiah tak biasa dari seorang warga korban kebakaran di Kabupaten Musi Rawas (Mura). Bukan cendera mata mewah atau bingkisan mahal, melainkan gethuk, makanan tradisional khas Jawa yang dibuat sendiri oleh warga bernama Jumono sebagai tanda terima kasih. Peristiwa penuh kehangatan itu terjadi saat Kapolda Sumsel menghadiri agenda sosial sekaligus meresmikan bantuan bedah rumah bagi warga terdampak kebakaran di Desa Wonosari, Kecamatan Megang Sakti, Rabu (29 April 2026). Jumono adalah salah satu warga yang rumahnya hangus dilalap api beberapa waktu lalu. Musibah itu membuat keluarganya kehilangan tempat tinggal dan harus memulai hidup dari awal. Melalui program bakti sosial Polda Sumsel, rumah Jumono dibangun kembali. Saat prosesi penyerahan kunci rumah secara simbolis berlangsung, ia mendekati Kapolda dengan wajah haru sambil membawa bungkusan sederhana. Di dalamnya terdapat gethuk buatan tangan sendiri yang sengaja disiapkan untuk orang nomor satu di Polda Sumsel itu. Bagi sebagian orang, gethuk mungkin hanya makanan biasa. Namun bagi Jumono, bingkisan itu adalah lambang rasa syukur dan penghargaan atas kepedulian yang telah diberikan. Kapolda Sumsel menerima hadiah tersebut dengan hangat. Bahkan, menurut jajaran kepolisian, gethuk itu dibawa langsung ke Palembang sebagai kenang-kenangan berharga. “Beliau sangat terharu dan membawa gethuk itu kembali ke Palembang. Ini bukan sekadar makanan, tetapi simbol kedekatan emosional antara Polri dan masyarakat,” ujar Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta. Kisah ini menjadi gambaran bahwa tugas kepolisian bukan hanya menjaga keamanan dan menegakkan hukum, tetapi juga hadir di tengah masyarakat saat mereka membutuhkan uluran tangan. Program bedah rumah yang dilakukan Polda Sumsel menjadi bagian dari pendekatan Polri Presisi, yakni pelayanan yang humanis, responsif, dan dirasakan langsung manfaatnya oleh warga. Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menyebut momen tersebut menjadi penyemangat bagi jajaran kepolisian. “Kami ingin kehadiran Polri benar-benar memberi manfaat. Ketulusan warga seperti ini menjadi motivasi untuk terus berbuat baik dan meningkatkan pelayanan,” katanya. Di tengah berita keras tentang kriminalitas dan penegakan hukum, kisah seorang warga yang menghadiahkan gethuk kepada Kapolda justru menghadirkan sisi lain yang menenangkan. Tak ada panggung megah, tak ada seremoni berlebihan. Hanya rumah sederhana yang dibangun kembali, seorang warga yang bersyukur, dan seporsi gethuk yang menyimpan makna besar. Kadang, hubungan antara negara dan rakyat memang tidak selalu dibangun lewat kata-kata besar. Cukup lewat kepedulian dan ketulusan sederhana dari dapur warga. https://merahputih.press/sebuah-momen-haru-kapolda-sumsel-terima-gethuk-dari-korban-kebakaran-di-mura/?feed_id=58542&_unique_id=69f5e98e39feb

Ditpolairud Polda Sulut Lakukan Trobosan Ini di Bidang Kesehatan

BITUNG,  Inilah trobosan di bidang kesehatan, dilakukan Dirpolairud Polda Sulut, Kamis (30/4/2026). Melalui bidang kesehatan yang ada di Ditpolairud Polda Sulut, naik turun kapal yang ada di perairan Selat Lembeh Kota Bitung. “Trobosan pendekatan ke masyarakat pesisir.Ada klinik terapung melakukan pemeriksaan kesehatan ke nelayan dan awak kapal yang berada di atas kapal,” kata Direktur Polairud Polda Sulut Kombes Pol Bayu Aji Yudha Prajas, saat kong-kongko dengan puluhan wartawan di Kota Bitung Provinsi Sulut, Kamis (30/4/2026). Lanjut Bayu, selain itu ada Gas LPG 3 Kilogram harus di kawal agar tepat sasaran ke masyarakat. Selain itu pihaknya juga fokus pada Kebersihan lingkungan, harus dijaga bersama, kolaborasi bersama melakukan kegiatan bersih pantai dan himbauan ke warga pesisir jaga kebersihan lingkungan. Jangan buang sampah sembarangan, buang sampah pada tempatnya dan hindari penggunaan sampah plastik. Termasuk dengan lingkungan di laut, bermuara pada keberlangsungan ekosistem. “Mengenai lingkungan erat kaitannya dengan kebijakan lingkungan dari Presiden RI Prabowo Subianto, yaitu gerakan Asri (Aman, sehat, resik dan indah),” kata dia. Terpisah Ketua PWI Bitung Tezar Basalama, mewakili puluhan jurnalis yang mengikuti kegiatan kongko-kongko, memberikan apresiasi kepada Dirpolairud Polda Sulut. “Kami haral kedepan akan terus terjalin terys kemitraan ini,” kata Ketua PWI Bitung Tezar Basalama. Pihaknya berkomitmen akan kawal kebijakan institusi kepolisian di sektor migas. Termasuk keamanan dan ketertiban masyarakat pesisir di Kota Bitung.(redaksi)
https://merahputih.press/ditpolairud-polda-sulut-lakukan-trobosan-ini-di-bidang-kesehatan/?feed_id=56471&_unique_id=69f459095f39e
Sangat Memenuhi Standar Operasi, SPPG Pegangsaan Dua Polres Jakut Raih Predikat Dapur Terbaik Se-DKI Jakarta Jakarta — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pegangsaan Dua Polres Metro Jakarta Utara meraih penghargaan sebagai Dapur Terbaik se-DKI Jakarta dari Kedeputian Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN). Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Letjen TNI (Purn) Dadang Hendrayudha dalam kegiatan Koordinasi dan Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis kepada Kasatpel, yayasan, dan mitra di Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (29/4/2026). Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol. Erick Frendriz mengatakan penghargaan itu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi jajaran Polres Metro Jakarta Utara, pengelola SPPG, Yayasan Bhayangkari, dan para mitra yang selama ini mendukung program tersebut. “Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga kualitas pelayanan, kebersihan dapur, serta memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai ketentuan dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya. SPPG Pegangsaan Dua dinilai memenuhi sejumlah kriteria penilaian BGN. Di antaranya kelengkapan denah alur masuk dan keluar atau in-out SPPG, fasilitas yang sesuai aturan BGN, kelengkapan sertifikasi, serta kondisi dapur yang terjaga, bersih, dan terpelihara. Selain itu, keaktifan Kepala SPPG dalam pelaporan juga menjadi salah satu poin penting penilaian. Pelaporan dilakukan melalui aplikasi Tawas untuk laporan mingguan dan bulanan, serta SIBGN untuk laporan harian. Dalam kegiatan tersebut, SPPG Pegangsaan Dua diwakili M. Riezki Persada selaku Kepala SPPG Pegangsaan Dua dan Rachel Tiurmaida selaku Kepala SPPG 2 Pegangsaan Dua. Hadir pula perwakilan Yayasan Bhayangkari dan mitra pendukung. Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol. Erick Frendriz menegaskan pihaknya akan terus mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis melalui tata kelola SPPG yang tertib, higienis, profesional, dan berorientasi pada pelayanan. “Semoga capaian ini dapat terus dipertahankan dan menjadi semangat bersama untuk memberikan pelayanan terbaik serta manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tutupnya. https://merahputih.press/memenuhi-standar-operasi-sppg-pegangsaan-dua-polres-jakut-raih-predikat-dapur-terbaik-se-dki-jakarta/?feed_id=55817&_unique_id=69f30e7a41d65
Sangat Memenuhi Standar Operasi, SPPG Pegangsaan Dua Polres Jakut Raih Predikat Dapur Terbaik Se-DKI Jakarta Jakarta — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pegangsaan Dua Polres Metro Jakarta Utara meraih penghargaan sebagai Dapur Terbaik se-DKI Jakarta dari Kedeputian Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN). Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Letjen TNI (Purn) Dadang Hendrayudha dalam kegiatan Koordinasi dan Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis kepada Kasatpel, yayasan, dan mitra di Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (29/4/2026). Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol. Erick Frendriz mengatakan penghargaan itu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi jajaran Polres Metro Jakarta Utara, pengelola SPPG, Yayasan Bhayangkari, dan para mitra yang selama ini mendukung program tersebut. “Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga kualitas pelayanan, kebersihan dapur, serta memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai ketentuan dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya. SPPG Pegangsaan Dua dinilai memenuhi sejumlah kriteria penilaian BGN. Di antaranya kelengkapan denah alur masuk dan keluar atau in-out SPPG, fasilitas yang sesuai aturan BGN, kelengkapan sertifikasi, serta kondisi dapur yang terjaga, bersih, dan terpelihara. Selain itu, keaktifan Kepala SPPG dalam pelaporan juga menjadi salah satu poin penting penilaian. Pelaporan dilakukan melalui aplikasi Tawas untuk laporan mingguan dan bulanan, serta SIBGN untuk laporan harian. Dalam kegiatan tersebut, SPPG Pegangsaan Dua diwakili M. Riezki Persada selaku Kepala SPPG Pegangsaan Dua dan Rachel Tiurmaida selaku Kepala SPPG 2 Pegangsaan Dua. Hadir pula perwakilan Yayasan Bhayangkari dan mitra pendukung. Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol. Erick Frendriz menegaskan pihaknya akan terus mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis melalui tata kelola SPPG yang tertib, higienis, profesional, dan berorientasi pada pelayanan. “Semoga capaian ini dapat terus dipertahankan dan menjadi semangat bersama untuk memberikan pelayanan terbaik serta manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tutupnya. https://merahputih.press/paling-memenuhi-standar-operasi-sppg-pegangsaan-dua-polres-jakut-raih-predikat-dapur-terbaik-se-dki-jakarta/?feed_id=55708&_unique_id=69f307f23e905

Kartini Masa Kini: Mak Vera & Misi Cetak Artis Bersih Narkoba

Semangat perjuangan R.A. Kartini kini bertransformasi melalui tangan-tangan dingin perempuan yang berdedikasi membimbing masa depan bangsa. Salah satu sosok yang menjadi teladan nyata adalah **Mak Vera**. Melalui kiprah panjangnya di dunia hiburan Indonesia, ia membuktikan bahwa peran perempuan bukan sekadar pengelola talenta, melainkan penjaga moral bagi generasi kreatif. Dalam sebuah diskusi mendalam melalui **Podcast BNN** menjelang Hari Kartini, Mak Vera membagikan filosofi hidup yang ia tanamkan kepada seluruh anak didiknya. Baginya, kesuksesan di atas panggung bukanlah pencapaian sejati jika tidak dibarengi dengan **pola hidup sehat dan produktif**. Sejak awal karier, ia selalu menekankan bahwa komitmen pribadi adalah fondasi utama bagi seorang seniman untuk tetap bersinar secara konsisten. [embed]https://www.youtube.com/watch?v=rwa99dxfcr4[/embed] ### **Membangun Karakter di Tengah Gemerlap Industri** Fokus utama perjuangan Mak Vera terletak pada pembentukan karakter. Sebagai "Kartini Masa Kini," ia memandang perempuan modern memiliki tanggung jawab besar sebagai pembimbing: * **Penyaring Pengaruh Negatif:** Mak Vera aktif bekerja sama dengan lembaga terkait untuk mensosialisasikan bahaya penyalahgunaan zat adiktif. * **Lingkungan Positif:** Ia memastikan ekosistem seni menjadi ruang yang mendukung pertumbuhan fisik dan mental, bukan tempat yang menjerumuskan. * **Keteladanan Harian:** Perubahan besar dimulai dari kebiasaan kecil yang disiplin, sebuah prinsip yang ia tunjukkan melalui tindakan nyata setiap hari. > "Talenta besar tanpa karakter yang kokoh hanyalah kesuksesan yang sementara. Tugas kita adalah memastikan pemuda Indonesia mampu berkarya tanpa harus terjebak pengaruh buruk." ### **Pesan Untuk Masa Depan** Kisah Mak Vera adalah pengingat bahwa dedikasi seorang perempuan mampu membawa perubahan sistemik. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut berkontribusi membangun industri hiburan yang lebih bersih dan bermartabat. Melalui arahan yang tepat sejak dini, Mak Vera optimis bahwa generasi muda Indonesia akan terus melahirkan karya hebat dengan raga yang sehat dan jiwa yang kuat. **Selamat Hari Kartini. Mari menjadi pelopor perubahan melalui keteladanan.**     https://merahputih.press/luar-biasa-kartini-masa-kini-mak-vera-misi-cetak-artis-bersih-narkoba/?feed_id=54727&_unique_id=69f0d9dfb7a3e

Kapolda Metro Jaya Minta Anggota Brimob Tekan Sikap Arogan

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri (SinPo.id/Dok.PMJ)
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri (SinPo.id/Dok.PMJ)
  Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri mewanti-wanti para anggota Brimob yang baru dilantik agar menekan sikap arogan dan mengedepankan sikap disiplin serta tindakan humanis ketika bertugas. "Kehormatan yang saudara emban harus diwujudkan dalam setiap pelaksanaan tugas dan menjalankan tugas secara profesional dan humanis," kata Asep kepada wartawan, Kamis, 23 April 2026. http://youtube.com/post/UgkxovKBO2rezzUb0Z5-XrwAw_md5GLdaMYM?si=8olHMNqYlM3i3FcZ Asep meminta anggota Brimob yang baru dilantik segera menyesuaikan diri dengan tugas yang diemban. Khususnya di wilayah hukum Polda Metro Jaya. "Segera menyesuaikan diri dan tetap profesional dalam bertugas," ucapnya. Jenderal polisi bintang dua itu, juga mengimbau para anggota selalu menjaga nama baik Korps Bhayangkara saat bertugas di tengah masyarakat. "Jaga nama baik institusi, disiplin dan loyal," ucapnya.
https://merahputih.press/kapolda-metro-jaya-minta-anggota-brimob-tekan-sikap-arogan/?feed_id=53964&_unique_id=69eef1967601b
Dir polairud Pimpin Lansung  Bersih Bersih Pantai di Pulau Lembeh, Wujud Komitmen Polairud Polda Sulut Jaga Kelestarian Lingkungan Sebagaimana yang menjadi program Presiden Prabowo yaitu Program Nasional Indonesia Asri terkait bersih-bersih di pesisir pantai yang merupakan upaya menjaga kelestarian lingkungan terus digencarkan. Salah satunya melalui kegiatan bersih-bersih  pantai di salah satu pulau yaitu Pulau Serena Pasir Putih Lembeh Bitung Sulawesi Utara. [embed]https://www.youtube.com/watch?v=4JrvoKD4Knw[/embed] Kegiatan ini merupakan kolaborasi dari Polairud Polda sulut dan Jurnalis Polda Sulut dalam membersihkan kawasan pantai. Dipimpin langsung Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda Sulawesi Utara Kombes Pol Bayuaji Yudha Prasaja bersama jurnalis serta kru Kapal Polisi Kresna 7004 Baharkam Polri. personil bergerak cepat membersihkan pesisir Pantai Serena Pasir Putih, Pulau Lembeh, Kota Bitung, Jumat (24/4/2026) sore. Puluhan personel turun langsung mengumpulkan sampah plastik yang menumpuk di sepanjang pantai. Dalam giat bersih-bersih pesisir pantai Dirpolairud Polda Sulut didampingi Koordinator Jurnalis Polda Sulut, Ronny Journey LuLumempouw. Para personel dan jurnalis menyisir pantai. Mereka mengangkat botol plastik, kemasan makanan, styrofoam, hingga potongan kayu yang terbawa arus laut. (Fotto : Kombes Pol Bayuaji sedang mengangkat sampah) Kombes Bayuaji “Kami dari Direktorat Polairud Polda Sulut, bersama rekan-rekan jurnalis Polda Sulut, dan dari ABK Kapal Polisi Kresna 7004, kita sekarang berada di Pulau Lembeh, yaitu di Pantai Serena, dalam rangka bersih-bersih pantai kegiatan Indonesia Asri,”ujarnya. Bayuaji mengungkapkan, sampah yang menumpuk diduga berasal dari kiriman gelombang laut. Kondisi ini sering terjadi saat musim angin barat. “Di mana pada saat kita tadi berlabuh di pantai ini, banyak sekali plastik-plastik sampah, dikarenakan mungkin musim angin barat yang terbawa ombak, sehingga kita berinisiatif dengan rekan-rekan semuanya untuk membersihkan kegiatan Jaga Asri ini,” ungkapnya. Petugas berhasil mengumpulkan 31 karung sampah plastik. Seluruh sampah kemudian dibawa ke Mako Ditpolairud di Kota Bitung untuk proses penanganan lebih lanjut. “Di mana pada saat ini, kita berhasil mengumpulkan 31 karung sampah plastik. Sampah tersebut kita akan bawa ke markas kita, dan akan dibawa oleh Pemkot Kota Bitung,” jelasnya. Bayuaji menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan pesisir. Ia mengingatkan bahwa sebagian besar wilayah Sulawesi Utara merupakan laut yang kaya keanekaragaman hayati. “Tentunya sampah-sampah ini kan berasal dari masyarakat juga. Tentunya kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Bitung, khususnya yang di daerah pesisir, untuk kita sama-sama menjaga lingkungan kita, Karena mayoritas Provinsi Sulawesi Utara ini 70 persennya adalah laut, dan di sana banyak keanekaragaman hayati di laut yang tentunya harus kita jaga,” pungkasnya. Koordinator Jurnalis Polda Sulut, Ronny Journey Lumempouw, menegaskan peran jurnalis tidak hanya sebatas menulis berita. Ia mendorong insan pers ikut terlibat langsung dalam aksi sosial. “jurnalis tidak hanya sekadar menulis berita namun bukti nyata dari tulisan yang kita buat harus turun langsung memberikan dampak nyata kepada masyarakat,” tegas Ronny Journey. Kepedulian ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan laut dan pesisir di Sulawesi Utara. https://merahputih.press/dir-polairud-pimpin-lansung-aksi-bersih-bersih-pantai-di-pulau-lembeh-wujud-komitmen-polairud-polda-sulut-jaga-kelestarian-lingkungan/?feed_id=53637&_unique_id=69eda0dda91a5
Dirpolairud Polda Sulut Hadiri Peresmian Gedung Baru Markas Komando Zona Tengah Bakamla RI Penguatan sarana dan prasarana menjadi langkah penting dalam mendukung tugas pengamanan wilayah perairan. Hal ini tercermin dalam kegiatan peresmian gedung baru Markas Komando Zona Tengah milik Badan Keamanan Laut Republik Indonesia yang berlangsung pada 23 April 2026. Dalam kegiatan tersebut, Dirpolairud dari Polda Sulawesi Utara turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan fasilitas operasional di sektor keamanan laut. Kehadiran ini juga menjadi simbol sinergi antarinstansi dalam menjaga ketertiban dan keselamatan di wilayah perairan Indonesia. Peresmian gedung baru ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas koordinasi serta kesiapsiagaan dalam menjalankan berbagai tugas di lapangan. Dengan fasilitas yang lebih memadai, diharapkan pelayanan kepada masyarakat serta pengawasan wilayah laut dapat berjalan lebih optimal. Selain itu, kerja sama antarinstansi menjadi faktor penting dalam menciptakan keamanan yang berkelanjutan. Kolaborasi yang baik akan memperkuat upaya menjaga wilayah perairan agar tetap aman dan kondusif. Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara berbagai pihak semakin solid, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keamanan serta mendukung kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir dan laut Indonesia.     https://merahputih.press/dirpolairud-polda-sulut-kombes-pol-bayuaji-yudha-prajas-hadiri-peresmian-gedung-baru-markas-komando-zona-tengah-bakamla-ri/?feed_id=52438&_unique_id=69ead62de759a

Kapolda Sumsel Pimpin Simulasi Terpadu Sispamkota dan Karhutla di Kayuagung.

Kayuagung, gempurnews.com — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan dan mengantisipasi potensi bencana melalui pelaksanaan simulasi terpadu Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) dan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Kegiatan tersebut digelar di halaman GOR Perahu Kajang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Rabu (22/4/2026). Simulasi berskala besar ini dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., dengan melibatkan ratusan personel gabungan dari unsur TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, serta partisipasi elemen masyarakat. Kegiatan ini dirancang sebagai langkah strategis untuk menguji kesiapsiagaan operasional, kecepatan respons, serta efektivitas koordinasi lintas sektoral dalam menghadapi situasi kontinjensi, baik gangguan keamanan maupun bencana lingkungan. Dalam simulasi Sispamkota, diperagakan berbagai skenario penanganan gangguan kamtibmas, termasuk pengendalian massa dengan pendekatan humanis namun tetap tegas sesuai standar operasional prosedur. Sementara itu, pada simulasi Karhutla, tim gabungan menunjukkan kemampuan pemadaman cepat melalui penggunaan peralatan khusus, serta koordinasi taktis dalam mendeteksi dan menangani titik panas (hotspot). Kapolda Sumsel menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar latihan rutin, melainkan bagian dari upaya komprehensif dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme personel di lapangan. “Simulasi ini merupakan bentuk kesiapsiagaan kita dalam menghadapi berbagai potensi ancaman. Kita tidak boleh lengah. Penanganan Karhutla di OKI tahun 2026 harus mencapai target Zero Karhutla, yang hanya dapat diwujudkan melalui kerja keras, kerja cerdas, dan kerja tuntas secara bersama-sama,” tegas Irjen Pol Sandi Nugroho. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor sebagai kunci utama keberhasilan dalam penanganan situasi darurat, baik yang bersifat keamanan maupun kebencanaan. Secara terpisah, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Presisi Polri dalam mendukung agenda strategis pemerintah, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan dan perlindungan lingkungan. “Melalui simulasi terpadu ini, seluruh elemen disatukan dalam satu persepsi dan pola tindak yang sama. Tujuannya agar setiap personel memiliki kesiapan optimal ketikal menghadapi kondisi riil di lapangan,” ujarnya. Kegiatan ditutup dengan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur tetap (protap) penanganan di lapangan, guna mengidentifikasi kekuatan sekaligus potensi perbaikan dalam sistem respons cepat. Kapolda Sumsel juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta atas dedikasi dan profesionalisme yang ditunjukkan selama pelaksanaan simulasi. Polda Sumsel memastikan bahwa latihan serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan, khususnya di wilayah-wilayah rawan Karhutla, sebagai bagian dari upaya mewujudkan Sumatera Selatan yang aman, kondusif, serta bebas dari ancaman bencana asap.
https://merahputih.press/kapolda-sumsel-pimpin-simulasi-terpadu-sispamkota-dan-karhutla-di-kayuagung/?feed_id=51239&_unique_id=69e99026c8cea

Kapolda Sumsel Pimpin Apel Sabuk Kamtibmas di OKI, Rangkul Berbagai Elemen Masyarakat Jaga Kamtibmas

Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) terus mengukuhkan komitmennya dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif serta inklusif. Hal ini diwujudkan melalui "Apel Besar Sabuk Kamtibmas, Bhabinkamtibmas, dan Siaga Karhutla Kabupaten OKI Tahun 2026" yang dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho di Halaman GOR Perahu Kajang Kayuagung, Rabu (22/4/2026). Apel ini menghadirkan pemandangan istimewa yang sarat akan pesan persatuan. Kapolda Sumsel tidak hanya menyiagakan personel TNI-Polri dan aparat pemerintahan, tetapi secara khusus merangkul elemen masyarakat sipil dengan latar belakang yang sangat beragam. Dalam barisan apel, tampak ratusan Bhabinkamtibmas, prajurit TNI, personel BPBD, dan Manggala Agni berdiri tegak berdampingan dengan perwakilan Banser, Pecalang, Pemuda Batak Bersatu, Pagar Nusa, PSHT, Kokam, serikat buruh, komunitas ojek, hingga kelompok eks narapidana terorisme (Napiter) dan Regu Pemadam Kebakaran(RPK). Kapolda Sumsel menyampaikan rasa bangga dan apresiasi tertingginya atas kehadiran seluruh elemen masyarakat tersebut. Beliau menegaskan bahwa perbedaan identitas bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk menjaga wilayah. "Kita hadir dari latar belakang yang berbeda, namun dipersatukan oleh satu visi yang sama, menjaga Bumi Bende Seguguk agar tetap aman, damai, dan bermartabat," tegas Kapolda Sumsel di hadapan ratusan peserta apel. Lebih lanjut, Kapolda menekankan bahwa paradigma keamanan saat ini telah berubah. Keamanan tidak lagi sekadar urusan aparat berseragam, melainkan fondasi kehidupan bermasyarakat yang harus dijaga bersama-sama. "Pemeliharaan Kamtibmas bukan hanya menjadi tanggung jawab eksklusif bagi TNI-Polri saja. Ini adalah tanggung jawab kita bersama, seluruh komponen bangsa, baik pemerintah, swasta, dan masyarakat. Kamtibmas adalah milik kita bersama," ujarnya menginspirasi. Kehadiran elemen sipil dalam apel ini dikemas apik dalam program bernama *Sabuk Kamtibmas*. Di hadapan audiens, Kapolda menjelaskan nilai luhur di balik nama tersebut. "Sabuk Kamtibmas mengandung makna filosofis yang mendalam, yaitu pengikat, penguat, dan pelindung. Kita semua berdiri di sini sebagai pengikat, penguat, dan pelindung bagi masyarakat di Kabupaten OKI khususnya," terangnya. Beliau juga berpesan agar para Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang hadir di pelosok desa bertindak bukan sekadar sebagai penegak hukum, melainkan agen penyelesaian konflik (problem solver). Selain stabilitas keamanan yang menjadi syarat mutlak bagi pertumbuhan UMKM dan masuknya investasi, apel ini juga menyoroti agenda mitigasi bencana tahunan. Secara khusus, Kapolda menargetkan Kabupaten OKI harus mampu mencapai status Zero Karhutla di tahun 2026 dan menjadi role model (percontohan) bagi wilayah lainnya melalui pendekatan pencegahan dini yang humanis namun tegas. Menutup amanatnya, Kapolda Sumsel memberikan pesan yang sangat menyentuh dan reflektif terkait esensi pengabdian. Ia mengajak seluruh aparat penegak hukum, pelayan publik, dan masyarakat untuk menjadikan kebaikan sebagai landasan utama dalam bekerja. "Sudahkah kita berbuat baik hari ini? Jadikan itu semangat kita semua, karena sebaik-baiknya orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Baik untuk diri sendiri, keluarga, lingkungan, maupun untuk masyarakat di Kabupaten OKI yang kita cintai," pungkasnya. Turut hadir dalam pergelaran apel besar tersebut di antaranya para Karo Ops Polda Sumsel, Dir Samapta, Dir Polairud, Dir Binmas, dan Kabid Humas Polda Sumsel, Dandim 0402/OKI Letkol Inf Gunawan Wibisono, jajaran Forkopimda OKI, serta tokoh masyarakat dan akademisi setempat. Melalui momentum Apel Sabuk Kamtibmas ini, Polda Sumsel berharap sinergi yang telah terbangun tidak berhenti sebatas seremonial di lapangan. Kolaborasi lintas elemen ini menjadi potret nyata wajah kepolisian yang semakin Presisi, humanis, dan selalu hadir sebagai pelayan masyarakat. Dengan semangat gotong royong yang telah diikat kuat oleh "Sabuk Kamtibmas", visi besar untuk mewujudkan stabilitas keamanan yang ramah investasi serta target Zero Karhutla 2026 di Kabupaten OKI diyakini bukan lagi sekadar harapan, melainkan sebuah kepastian yang siap diwujudkan bersama.
https://merahputih.press/kapolda-sumsel-irjen-pol-sandi-nugroho-pimpin-apel-sabuk-kamtibmas-di-oki/?feed_id=51130&_unique_id=69e989270750c

Kapolda Sumsel Pimpin Apel Sabuk Kamtibmas di OKI, Rangkul Berbagai Elemen Masyarakat Jaga Kamtibmas

Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) terus mengukuhkan komitmennya dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif serta inklusif. Hal ini diwujudkan melalui "Apel Besar Sabuk Kamtibmas, Bhabinkamtibmas, dan Siaga Karhutla Kabupaten OKI Tahun 2026" yang dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho di Halaman GOR Perahu Kajang Kayuagung, Rabu (22/4/2026). Apel ini menghadirkan pemandangan istimewa yang sarat akan pesan persatuan. Kapolda Sumsel tidak hanya menyiagakan personel TNI-Polri dan aparat pemerintahan, tetapi secara khusus merangkul elemen masyarakat sipil dengan latar belakang yang sangat beragam. Dalam barisan apel, tampak ratusan Bhabinkamtibmas, prajurit TNI, personel BPBD, dan Manggala Agni berdiri tegak berdampingan dengan perwakilan Banser, Pecalang, Pemuda Batak Bersatu, Pagar Nusa, PSHT, Kokam, serikat buruh, komunitas ojek, hingga kelompok eks narapidana terorisme (Napiter) dan Regu Pemadam Kebakaran(RPK). Kapolda Sumsel menyampaikan rasa bangga dan apresiasi tertingginya atas kehadiran seluruh elemen masyarakat tersebut. Beliau menegaskan bahwa perbedaan identitas bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk menjaga wilayah. "Kita hadir dari latar belakang yang berbeda, namun dipersatukan oleh satu visi yang sama, menjaga Bumi Bende Seguguk agar tetap aman, damai, dan bermartabat," tegas Kapolda Sumsel di hadapan ratusan peserta apel. Lebih lanjut, Kapolda menekankan bahwa paradigma keamanan saat ini telah berubah. Keamanan tidak lagi sekadar urusan aparat berseragam, melainkan fondasi kehidupan bermasyarakat yang harus dijaga bersama-sama. "Pemeliharaan Kamtibmas bukan hanya menjadi tanggung jawab eksklusif bagi TNI-Polri saja. Ini adalah tanggung jawab kita bersama, seluruh komponen bangsa, baik pemerintah, swasta, dan masyarakat. Kamtibmas adalah milik kita bersama," ujarnya menginspirasi. Kehadiran elemen sipil dalam apel ini dikemas apik dalam program bernama *Sabuk Kamtibmas*. Di hadapan audiens, Kapolda menjelaskan nilai luhur di balik nama tersebut. "Sabuk Kamtibmas mengandung makna filosofis yang mendalam, yaitu pengikat, penguat, dan pelindung. Kita semua berdiri di sini sebagai pengikat, penguat, dan pelindung bagi masyarakat di Kabupaten OKI khususnya," terangnya. Beliau juga berpesan agar para Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang hadir di pelosok desa bertindak bukan sekadar sebagai penegak hukum, melainkan agen penyelesaian konflik (problem solver). Selain stabilitas keamanan yang menjadi syarat mutlak bagi pertumbuhan UMKM dan masuknya investasi, apel ini juga menyoroti agenda mitigasi bencana tahunan. Secara khusus, Kapolda menargetkan Kabupaten OKI harus mampu mencapai status Zero Karhutla di tahun 2026 dan menjadi role model (percontohan) bagi wilayah lainnya melalui pendekatan pencegahan dini yang humanis namun tegas. Menutup amanatnya, Kapolda Sumsel memberikan pesan yang sangat menyentuh dan reflektif terkait esensi pengabdian. Ia mengajak seluruh aparat penegak hukum, pelayan publik, dan masyarakat untuk menjadikan kebaikan sebagai landasan utama dalam bekerja. "Sudahkah kita berbuat baik hari ini? Jadikan itu semangat kita semua, karena sebaik-baiknya orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Baik untuk diri sendiri, keluarga, lingkungan, maupun untuk masyarakat di Kabupaten OKI yang kita cintai," pungkasnya. Turut hadir dalam pergelaran apel besar tersebut di antaranya para Karo Ops Polda Sumsel, Dir Samapta, Dir Polairud, Dir Binmas, dan Kabid Humas Polda Sumsel, Dandim 0402/OKI Letkol Inf Gunawan Wibisono, jajaran Forkopimda OKI, serta tokoh masyarakat dan akademisi setempat. Melalui momentum Apel Sabuk Kamtibmas ini, Polda Sumsel berharap sinergi yang telah terbangun tidak berhenti sebatas seremonial di lapangan. Kolaborasi lintas elemen ini menjadi potret nyata wajah kepolisian yang semakin Presisi, humanis, dan selalu hadir sebagai pelayan masyarakat. Dengan semangat gotong royong yang telah diikat kuat oleh "Sabuk Kamtibmas", visi besar untuk mewujudkan stabilitas keamanan yang ramah investasi serta target Zero Karhutla 2026 di Kabupaten OKI diyakini bukan lagi sekadar harapan, melainkan sebuah kepastian yang siap diwujudkan bersama.
https://merahputih.press/kapolda-sumsel-pimpin-apel-sabuk-kamtibmas-di-oki-rangkul-berbagai-elemen/?feed_id=51021&_unique_id=69e9872c477ad

Kapolda Sumsel Pimpin Apel Sabuk Kamtibmas di OKI, Rangkul Berbagai Elemen Masyarakat Jaga Kamtibmas

Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) terus mengukuhkan komitmennya dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif serta inklusif. Hal ini diwujudkan melalui "Apel Besar Sabuk Kamtibmas, Bhabinkamtibmas, dan Siaga Karhutla Kabupaten OKI Tahun 2026" yang dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho di Halaman GOR Perahu Kajang Kayuagung, Rabu (22/4/2026). Apel ini menghadirkan pemandangan istimewa yang sarat akan pesan persatuan. Kapolda Sumsel tidak hanya menyiagakan personel TNI-Polri dan aparat pemerintahan, tetapi secara khusus merangkul elemen masyarakat sipil dengan latar belakang yang sangat beragam. Dalam barisan apel, tampak ratusan Bhabinkamtibmas, prajurit TNI, personel BPBD, dan Manggala Agni berdiri tegak berdampingan dengan perwakilan Banser, Pecalang, Pemuda Batak Bersatu, Pagar Nusa, PSHT, Kokam, serikat buruh, komunitas ojek, hingga kelompok eks narapidana terorisme (Napiter) dan Regu Pemadam Kebakaran(RPK). Kapolda Sumsel menyampaikan rasa bangga dan apresiasi tertingginya atas kehadiran seluruh elemen masyarakat tersebut. Beliau menegaskan bahwa perbedaan identitas bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk menjaga wilayah. "Kita hadir dari latar belakang yang berbeda, namun dipersatukan oleh satu visi yang sama, menjaga Bumi Bende Seguguk agar tetap aman, damai, dan bermartabat," tegas Kapolda Sumsel di hadapan ratusan peserta apel. Lebih lanjut, Kapolda menekankan bahwa paradigma keamanan saat ini telah berubah. Keamanan tidak lagi sekadar urusan aparat berseragam, melainkan fondasi kehidupan bermasyarakat yang harus dijaga bersama-sama. "Pemeliharaan Kamtibmas bukan hanya menjadi tanggung jawab eksklusif bagi TNI-Polri saja. Ini adalah tanggung jawab kita bersama, seluruh komponen bangsa, baik pemerintah, swasta, dan masyarakat. Kamtibmas adalah milik kita bersama," ujarnya menginspirasi. Kehadiran elemen sipil dalam apel ini dikemas apik dalam program bernama *Sabuk Kamtibmas*. Di hadapan audiens, Kapolda menjelaskan nilai luhur di balik nama tersebut. "Sabuk Kamtibmas mengandung makna filosofis yang mendalam, yaitu pengikat, penguat, dan pelindung. Kita semua berdiri di sini sebagai pengikat, penguat, dan pelindung bagi masyarakat di Kabupaten OKI khususnya," terangnya. Beliau juga berpesan agar para Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang hadir di pelosok desa bertindak bukan sekadar sebagai penegak hukum, melainkan agen penyelesaian konflik (problem solver). Selain stabilitas keamanan yang menjadi syarat mutlak bagi pertumbuhan UMKM dan masuknya investasi, apel ini juga menyoroti agenda mitigasi bencana tahunan. Secara khusus, Kapolda menargetkan Kabupaten OKI harus mampu mencapai status Zero Karhutla di tahun 2026 dan menjadi role model (percontohan) bagi wilayah lainnya melalui pendekatan pencegahan dini yang humanis namun tegas. Menutup amanatnya, Kapolda Sumsel memberikan pesan yang sangat menyentuh dan reflektif terkait esensi pengabdian. Ia mengajak seluruh aparat penegak hukum, pelayan publik, dan masyarakat untuk menjadikan kebaikan sebagai landasan utama dalam bekerja. "Sudahkah kita berbuat baik hari ini? Jadikan itu semangat kita semua, karena sebaik-baiknya orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Baik untuk diri sendiri, keluarga, lingkungan, maupun untuk masyarakat di Kabupaten OKI yang kita cintai," pungkasnya. Turut hadir dalam pergelaran apel besar tersebut di antaranya para Karo Ops Polda Sumsel, Dir Samapta, Dir Polairud, Dir Binmas, dan Kabid Humas Polda Sumsel, Dandim 0402/OKI Letkol Inf Gunawan Wibisono, jajaran Forkopimda OKI, serta tokoh masyarakat dan akademisi setempat. Melalui momentum Apel Sabuk Kamtibmas ini, Polda Sumsel berharap sinergi yang telah terbangun tidak berhenti sebatas seremonial di lapangan. Kolaborasi lintas elemen ini menjadi potret nyata wajah kepolisian yang semakin Presisi, humanis, dan selalu hadir sebagai pelayan masyarakat. Dengan semangat gotong royong yang telah diikat kuat oleh "Sabuk Kamtibmas", visi besar untuk mewujudkan stabilitas keamanan yang ramah investasi serta target Zero Karhutla 2026 di Kabupaten OKI diyakini bukan lagi sekadar harapan, melainkan sebuah kepastian yang siap diwujudkan bersama.
https://merahputih.press/kapolda-sumsel-pimpin-apel-sabuk-kamtibmas-di-oki/?feed_id=50912&_unique_id=69e980ab2c49a
Setelah dua hari pencarian intensif, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban hilang di perairan Pantai Gihang KEPULAUAN SANGIHE -- Kabar duka menyelimuti warga di sekitar Pantai Gihang. Setelah melalui proses pencarian yang intensif, tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan korban yang dilaporkan hilang di perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe. Penemuan ini menjadi titik akhir dari upaya pencarian yang melibatkan sinergi berbagai unsur keamanan dan penyelamatan di Sulawesi Utara. Kronologi Penemuan Korban Pada operasi hari ini, kru KP. XV-2006 Ditpolairud Polda Sulut bersama tim SAR gabungan dari TNI dan Polri bergerak menyisir area perairan yang dicurigai. Hasilnya, sekitar pukul [Waktu Penemuan], tim melihat sesosok tubuh yang mengapung di laut. Titik penemuan berada pada jarak kurang lebih 250 meter dari bibir Pantai Gihang. Korban segera dievakuasi ke daratan untuk proses identifikasi lebih lanjut. Identifikasi Korban Setibanya di lokasi evakuasi, pihak keluarga yang sudah menunggu dengan cemas diminta untuk melakukan pengecekan fisik. Berdasarkan ciri-ciri yang dikenali secara akurat oleh pihak keluarga, korban dipastikan adalah Fadel Surupati. Sayangnya, saat ditemukan, Fadel sudah dalam keadaan meninggal dunia. Isak tangis keluarga pecah saat memastikan bahwa sosok yang mereka cari selama ini telah tiada. Operasi SAR Dinyatakan Selesai Dengan ditemukannya jenazah Fadel Surupati, pihak berwenang secara resmi menghentikan operasi pencarian. Perwakilan tim SAR gabungan menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh personel yang terlibat, mulai dari Ditpolairud Polda Sulut hingga jajaran TNI/Polri di Kabupaten Kepulauan Sangihe. "Sinergi tim di lapangan sangat krusial. Meski berakhir dengan duka, setidaknya korban dapat dikembalikan ke pihak keluarga untuk proses pemakaman yang layak," ujar salah satu perwakilan tim di lokasi. Imbauan Keselamatan Perairan Kejadian ini kembali menjadi pengingat pahit bagi masyarakat, khususnya yang menggantungkan hidup di laut. Pihak berwenang mengeluarkan imbauan tegas agar warga selalu memprioritaskan keselamatan (safety first) saat beraktivitas di perairan. Beberapa poin penting yang ditekankan antara lain: Memperhatikan Cuaca: Selalu cek prakiraan cuaca sebelum turun ke laut. Alat Keselamatan: Menggunakan pelampung atau alat bantu keselamatan lainnya. Aktivitas Berisiko: Lebih waspada saat melakukan penyelaman atau penangkapan ikan di area dengan arus yang tidak menentu. Semoga kejadian serupa tidak terulang kembali. Selamat jalan, Fadel Surupati. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan       https://merahputih.press/setelah-dua-hari-pencarian-intensif-tim-sar-gabungan-akhirnya-menemukan-korban-hilang-di-perairan-pantai-gihang/?feed_id=48950&_unique_id=69e830e11cfc3
Dukung Ketahanan Pangan Polda Metro Jaya Tebar 37 Ribu Benih Ikan di Muara Gembong Bekasi — Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono meninjau sekaligus memimpin penebaran benih ikan tahap kedua di tambak Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan rantai pasok bahan baku SPPG Polda Metro Jaya. Dalam kegiatan tersebut, Wakapolda didampingi Kapolres Metro Bekasi, Dirpolairud, Irwasda Polda Metro Jaya, serta H. Zaini Sidi selaku pemilik lahan yang bekerja sama dalam program ketahanan pangan. “Pada tahap kedua ini kami menebarkan benih ikan nila dan mujair sebanyak 21.000 ekor serta ikan bandeng sebanyak 16.000 ekor. Tahap pertama sebelumnya sudah panen untuk mendukung rantai pasok bahan baku SPPG,” kata Brigjen Dekananto Eko Purwomo. [embed]https://youtube.com/shorts/FmetLmA9THU?si=0---aQmV1VT3DbKQ[/embed] Selain perikanan, Polda Metro Jaya juga mengembangkan sektor pertanian dan peternakan. Sebanyak 8.000 bibit semangka dan 100 pohon mangga ditanam, serta 1.000 butir telur ayam telah dipanen untuk didistribusikan ke SPPG dan masyarakat. Sebelumnya, Wakapolda juga meninjau greenhouse SPPG Palmerah yang mengembangkan sistem bioflok dan budidaya sayuran seperti pakcoy 180 kg, sawi 120 kg, dan selada 120 kg, serta ikan nila, lele, dan patin. “Seluruh hasil ini akan kami distribusikan ke SPPG dan juga membantu masyarakat sekitar dalam memenuhi kebutuhan pangan,” ujarnya. Sementara itu, H. Zaini Sidi menyebut kerja sama ini berdampak langsung bagi masyarakat. “Tahap awal sudah panen dan hari ini penebaran tahap kedua. Untuk semangka, insya Allah 60 sampai 70 hari sudah bisa dipanen,” katanya. Ia menambahkan, kerja sama akan diperluas dengan penanaman semangka dan timun di lahan 4 hektare, serta jagung seluas 50 hektare di wilayah lain. “Program ini sangat membantu masyarakat, baik dari sisi tenaga kerja maupun hasil panen,” pungkasnya. https://merahputih.press/dukung-ketahanan-pangan-polda-metro-jaya-tebar-37-ribu-benih-ikan-di-muara-gembong/?feed_id=48187&_unique_id=69e55144592ae
Polda Metro Jaya Tebar 37 Ribu Benih Ikan di Muara Gembong, Dukung Ketahanan Pangan Bekasi — Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono meninjau sekaligus memimpin penebaran benih ikan tahap kedua di tambak Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan rantai pasok bahan baku SPPG Polda Metro Jaya. Dalam kegiatan tersebut, Wakapolda didampingi Kapolres Metro Bekasi, Dirpolairud, Irwasda Polda Metro Jaya, serta H. Zaini Sidi selaku pemilik lahan yang bekerja sama dalam program ketahanan pangan. “Pada tahap kedua ini kami menebarkan benih ikan nila dan mujair sebanyak 21.000 ekor serta ikan bandeng sebanyak 16.000 ekor. Tahap pertama sebelumnya sudah panen untuk mendukung rantai pasok bahan baku SPPG,” kata Brigjen Dekananto Eko Purwomo. [embed]https://youtube.com/shorts/FmetLmA9THU?si=0---aQmV1VT3DbKQ[/embed] Selain perikanan, Polda Metro Jaya juga mengembangkan sektor pertanian dan peternakan. Sebanyak 8.000 bibit semangka dan 100 pohon mangga ditanam, serta 1.000 butir telur ayam telah dipanen untuk didistribusikan ke SPPG dan masyarakat. Sebelumnya, Wakapolda juga meninjau greenhouse SPPG Palmerah yang mengembangkan sistem bioflok dan budidaya sayuran seperti pakcoy 180 kg, sawi 120 kg, dan selada 120 kg, serta ikan nila, lele, dan patin. “Seluruh hasil ini akan kami distribusikan ke SPPG dan juga membantu masyarakat sekitar dalam memenuhi kebutuhan pangan,” ujarnya. Sementara itu, H. Zaini Sidi menyebut kerja sama ini berdampak langsung bagi masyarakat. “Tahap awal sudah panen dan hari ini penebaran tahap kedua. Untuk semangka, insya Allah 60 sampai 70 hari sudah bisa dipanen,” katanya. Ia menambahkan, kerja sama akan diperluas dengan penanaman semangka dan timun di lahan 4 hektare, serta jagung seluas 50 hektare di wilayah lain. “Program ini sangat membantu masyarakat, baik dari sisi tenaga kerja maupun hasil panen,” pungkasnya. https://merahputih.press/polda-metro-tebar-37-ribu-benih-ikan-di-muara-gembong-dukung-ketahanan-pangan/?feed_id=48078&_unique_id=69e54cad46566

Perkuat Ketahanan Sosial, Kapolda Sumsel Resmikan Panti Asuhan dan Groundbreaking Asrama Putra

Kapolda Sumsel Tekankan Pendidikan Karakter Anak Yatim PALEMBANG, Barometer99.com – Polda Sumatera Selatan terus memperkuat komitmen dalam mendukung pembangunan nasional melalui pendekatan sosial dan kemanusiaan. Upaya ini diwujudkan dengan menghadirkan program nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian dan perlindungan. Kapolda Sumsel, Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., secara resmi meresmikan Panti Asuhan Cahaya Anugrah Abadi sekaligus melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan asrama putra. Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah Kecamatan Sematang Borang, Kota Palembang, pada Kamis (16/04/2026). Kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata program Polri Presisi, yang menempatkan Polri tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari solusi sosial di tengah masyarakat. Melalui pembangunan fasilitas ini, Polda Sumsel berupaya memberikan dukungan berkelanjutan terhadap pembinaan generasi muda, khususnya anak yatim piatu. Dalam sambutannya, Kapolda Sumsel menegaskan bahwa stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak dapat dipisahkan dari kondisi sosial yang sehat dan harmonis. Lingkungan yang aman, menurutnya, menjadi fondasi utama bagi masyarakat untuk beraktivitas, beribadah, dan membangun masa depan yang lebih baik. “Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Ketika lingkungan sosial kuat, maka kamtibmas akan terjaga. Anak-anak adalah masa depan bangsa, sehingga kita harus memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang baik, dengan pendidikan karakter yang kuat,” tegas Kapolda. Selain meresmikan fasilitas, Polda Sumsel juga menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako dan kursi roda kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian langsung terhadap kelompok rentan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi penguatan ketahanan sosial di wilayah Sumatera Selatan. Kapolda juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk jajaran kepolisian kewilayahan dan mitra masyarakat, yang telah berkontribusi dalam pembangunan panti asuhan tersebut. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun generasi muda yang berkarakter, berakhlak, dan memiliki daya saing.
Dampak dari kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembinaan anak-anak yatim piatu melalui fasilitas yang lebih representatif. Pembangunan asrama putra menjadi langkah strategis dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang terintegrasi, sehingga proses pendidikan dan pembentukan karakter dapat berjalan lebih optimal. Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi komunikasi publik Polri dalam menunjukkan peran aktif institusi dalam pembangunan sosial. “Polda Sumsel berkomitmen untuk terus menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ini adalah implementasi dari semangat ‘Sudahkah Anda Berbuat Baik Hari Ini’ yang menjadi pedoman seluruh personel,” ujarnya. Melalui kegiatan ini, Polda Sumsel menegaskan posisinya sebagai institusi yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam membangun kesejahteraan dan masa depan masyarakat melalui pendekatan humanis dan berkelanjutan.
https://merahputih.press/kapolda-sumsel-resmikan-panti-asuhan-dan-groundbreaking-asrama-putra-perkuat-ketahanan-sosial/?feed_id=47860&_unique_id=69e29fecd3db5
Powered by Blogger.