Showing posts with label HukumKriminal. Show all posts
Showing posts with label HukumKriminal. Show all posts
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)
HukumKriminal
Presiden Resmikan Jembatan Merah Putih Presisi, Jadi Penghubung Baru Warga di Wilayah Polres Metro Bekasi
Sebanyak lima Jembatan Merah Putih Presisi di wilayah hukum Polda Metro Jaya diresmikan Presiden bersamaan dengan jembatan lainnya untuk mendukung konektivitas dan mobilitas masyarakat, Kamis.
[embed]https://www.youtube.com/watch?v=PGMrxBPvG4c[/embed]
Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri turut menghadiri peresmian sekaligus bakti sosial dan bakti kesehatan di Kampung Pulongandang Tengah RT 10/RW 03, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi.
"Peresmian tersebut menjadi bagian dari rangkaian peresmian Jembatan TNI-Polri dan sumber air bersih yang di resmikan Presiden RI Prabowo Subianto secara virtual melalui konferensi video Zoom," katanya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Kapolda Metro Jaya bersama para pejabat utama Polda Metro Jaya mengikuti rangkaian kegiatan tersebut dari lokasi Jembatan Merah Putih Presisi di Cabangbungin, sekaligus meresmikan jembatan untuk mulai dimanfaatkan masyarakat.
Di wilayah hukum Polda Metro Jaya terdapat lima Jembatan Merah Putih Presisi yang tersebar di Kabupaten Bekasi dan Kota Tangerang Selatan. Empat jembatan berada di Kabupaten Bekasi, sementara satu lainnya berada di Kota Tangerang Selatan.
"Empat titik di Kabupaten Bekasi masing-masing berada di Kampung Kalenderwak, Desa Karangsari, Kecamatan Cikarang Timur; Kampung Kobak Ceper, Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran; Kampung Pulongandang Tengah, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin; serta Desa Bantar Jaya, Kecamatan Pebayuran. Sementara satu jembatan lainnya berada di Kelurahan Ciputat, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan," ucap Asep.
Keberadaan lima jembatan tersebut menjadi akses penghubung baru bagi masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
"Infrastruktur tersebut diharapkan mempermudah perjalanan warga menuju permukiman, sekolah, fasilitas pelayanan, lahan pertanian maupun pusat kegiatan ekonomi, sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian dan produk usaha masyarakat," kata Asep.
Khusus di Desa Sindangsari, Cabangbungin, Jembatan Merah Putih Presisi menjadi sarana penghubung yang memberikan akses lebih aman dan layak bagi warga sekitar. Usai peresmian, Kapolda Metro Jaya bersama jajaran juga meninjau langsung jembatan serta berdialog dengan masyarakat.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Polda Metro Jaya juga menggelar bakti sosial berupa penyerahan paket bantuan serta bakti kesehatan bagi masyarakat sekitar.
Kapolda Metro Jaya bersama para pejabat utama Polda Metro Jaya meninjau langsung layanan pemeriksaan kesehatan dan berdialog dengan warga. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kepedulian Polri sekaligus upaya mendekatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
Sementara itu Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, memahami kebutuhan warga dan membantu memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi.
“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kita harus terus bersama-sama berada di tengah-tengah rakyat serta memahami dan mengerti apa yang menjadi masalah di masyarakat,” ujar Kapolri.
Kapolri juga menegaskan bahwa seluruh jajaran kepolisian harus terus menjaga kedekatan dengan masyarakat dan memberikan pengabdian terbaik.
“Polri lahir dari rakyat dan harus selalu menjadi polisi rakyat. Semoga amanah dan pesan dari Bapak Presiden betul-betul dapat kita laksanakan, sehingga kita bisa memberikan pengabdian terbaik demi terwujudnya Polri untuk masyarakat,” pungkas Kapolri.
Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi tersebut menjadi wujud kolaborasi Polri, pemerintah dan masyarakat dalam menghadirkan infrastruktur yang memperkuat konektivitas serta memberikan manfaat nyata bagi warga. Masyarakat juga diharapkan turut menjaga dan merawat fasilitas tersebut agar dapat digunakan secara aman dan berkelanjutan.
Presiden Prabowo Resmikan Jembatan Merah Putih Presisi, Jadi Penghubung Baru Warga di Wilayah Polres Metro Bekasi

Jakarta (ANTARA) - Sebanyak lima Jembatan Merah Putih Presisi di wilayah hukum Polda Metro Jaya diresmikan Presiden bersamaan dengan jembatan lainnya untuk mendukung konektivitas dan mobilitas masyarakat, Kamis.
Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri turut menghadiri peresmian sekaligus bakti sosial dan bakti kesehatan di Kampung Pulongandang Tengah RT 10/RW 03, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi.
"Peresmian tersebut menjadi bagian dari rangkaian peresmian Jembatan TNI-Polri dan sumber air bersih yang di resmikan Presiden RI Prabowo Subianto secara virtual melalui konferensi video Zoom," katanya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Kapolda Metro Jaya bersama para pejabat utama Polda Metro Jaya mengikuti rangkaian kegiatan tersebut dari lokasi Jembatan Merah Putih Presisi di Cabangbungin, sekaligus meresmikan jembatan untuk mulai dimanfaatkan masyarakat.
Di wilayah hukum Polda Metro Jaya terdapat lima Jembatan Merah Putih Presisi yang tersebar di Kabupaten Bekasi dan Kota Tangerang Selatan. Empat jembatan berada di Kabupaten Bekasi, sementara satu lainnya berada di Kota Tangerang Selatan.
"Empat titik di Kabupaten Bekasi masing-masing berada di Kampung Kalenderwak, Desa Karangsari, Kecamatan Cikarang Timur; Kampung Kobak Ceper, Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran; Kampung Pulongandang Tengah, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin; serta Desa Bantar Jaya, Kecamatan Pebayuran. Sementara satu jembatan lainnya berada di Kelurahan Ciputat, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan," ucap Asep.
Keberadaan lima jembatan tersebut menjadi akses penghubung baru bagi masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
"Infrastruktur tersebut diharapkan mempermudah perjalanan warga menuju permukiman, sekolah, fasilitas pelayanan, lahan pertanian maupun pusat kegiatan ekonomi, sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian dan produk usaha masyarakat," kata Asep.
Khusus di Desa Sindangsari, Cabangbungin, Jembatan Merah Putih Presisi menjadi sarana penghubung yang memberikan akses lebih aman dan layak bagi warga sekitar. Usai peresmian, Kapolda Metro Jaya bersama jajaran juga meninjau langsung jembatan serta berdialog dengan masyarakat.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Polda Metro Jaya juga menggelar bakti sosial berupa penyerahan paket bantuan serta bakti kesehatan bagi masyarakat sekitar.
Kapolda Metro Jaya bersama para pejabat utama Polda Metro Jaya meninjau langsung layanan pemeriksaan kesehatan dan berdialog dengan warga. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kepedulian Polri sekaligus upaya mendekatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
Sementara itu Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, memahami kebutuhan warga dan membantu memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi.
“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kita harus terus bersama-sama berada di tengah-tengah rakyat serta memahami dan mengerti apa yang menjadi masalah di masyarakat,” ujar Kapolri.
Kapolri juga menegaskan bahwa seluruh jajaran kepolisian harus terus menjaga kedekatan dengan masyarakat dan memberikan pengabdian terbaik.
“Polri lahir dari rakyat dan harus selalu menjadi polisi rakyat. Semoga amanah dan pesan dari Bapak Presiden betul-betul dapat kita laksanakan, sehingga kita bisa memberikan pengabdian terbaik demi terwujudnya Polri untuk masyarakat,” pungkas Kapolri.
Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi tersebut menjadi wujud kolaborasi Polri, pemerintah dan masyarakat dalam menghadirkan infrastruktur yang memperkuat konektivitas serta memberikan manfaat nyata bagi warga. Masyarakat juga diharapkan turut menjaga dan merawat fasilitas tersebut agar dapat digunakan secara aman dan berkelanjutan.
Jembatan Presisi jadi penghubung baru warga di wilayah Polda Metro Jaya

Jakarta (ANTARA) - Sebanyak lima Jembatan Merah Putih Presisi di wilayah hukum Polda Metro Jaya diresmikan Presiden bersamaan dengan jembatan lainnya untuk mendukung konektivitas dan mobilitas masyarakat, Kamis.
Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri turut menghadiri peresmian sekaligus bakti sosial dan bakti kesehatan di Kampung Pulongandang Tengah RT 10/RW 03, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi.
"Peresmian tersebut menjadi bagian dari rangkaian peresmian Jembatan TNI-Polri dan sumber air bersih yang di resmikan Presiden RI Prabowo Subianto secara virtual melalui konferensi video Zoom," katanya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Kapolda Metro Jaya bersama para pejabat utama Polda Metro Jaya mengikuti rangkaian kegiatan tersebut dari lokasi Jembatan Merah Putih Presisi di Cabangbungin, sekaligus meresmikan jembatan untuk mulai dimanfaatkan masyarakat.
Di wilayah hukum Polda Metro Jaya terdapat lima Jembatan Merah Putih Presisi yang tersebar di Kabupaten Bekasi dan Kota Tangerang Selatan. Empat jembatan berada di Kabupaten Bekasi, sementara satu lainnya berada di Kota Tangerang Selatan.
"Empat titik di Kabupaten Bekasi masing-masing berada di Kampung Kalenderwak, Desa Karangsari, Kecamatan Cikarang Timur; Kampung Kobak Ceper, Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran; Kampung Pulongandang Tengah, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin; serta Desa Bantar Jaya, Kecamatan Pebayuran. Sementara satu jembatan lainnya berada di Kelurahan Ciputat, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan," ucap Asep.
Keberadaan lima jembatan tersebut menjadi akses penghubung baru bagi masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
"Infrastruktur tersebut diharapkan mempermudah perjalanan warga menuju permukiman, sekolah, fasilitas pelayanan, lahan pertanian maupun pusat kegiatan ekonomi, sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian dan produk usaha masyarakat," kata Asep.
Khusus di Desa Sindangsari, Cabangbungin, Jembatan Merah Putih Presisi menjadi sarana penghubung yang memberikan akses lebih aman dan layak bagi warga sekitar. Usai peresmian, Kapolda Metro Jaya bersama jajaran juga meninjau langsung jembatan serta berdialog dengan masyarakat.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Polda Metro Jaya juga menggelar bakti sosial berupa penyerahan paket bantuan serta bakti kesehatan bagi masyarakat sekitar.
Kapolda Metro Jaya bersama para pejabat utama Polda Metro Jaya meninjau langsung layanan pemeriksaan kesehatan dan berdialog dengan warga. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kepedulian Polri sekaligus upaya mendekatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
Sementara itu Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, memahami kebutuhan warga dan membantu memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi.
“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kita harus terus bersama-sama berada di tengah-tengah rakyat serta memahami dan mengerti apa yang menjadi masalah di masyarakat,” ujar Kapolri.
Kapolri juga menegaskan bahwa seluruh jajaran kepolisian harus terus menjaga kedekatan dengan masyarakat dan memberikan pengabdian terbaik.
“Polri lahir dari rakyat dan harus selalu menjadi polisi rakyat. Semoga amanah dan pesan dari Bapak Presiden betul-betul dapat kita laksanakan, sehingga kita bisa memberikan pengabdian terbaik demi terwujudnya Polri untuk masyarakat,” pungkas Kapolri.
Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi tersebut menjadi wujud kolaborasi Polri, pemerintah dan masyarakat dalam menghadirkan infrastruktur yang memperkuat konektivitas serta memberikan manfaat nyata bagi warga. Masyarakat juga diharapkan turut menjaga dan merawat fasilitas tersebut agar dapat digunakan secara aman dan berkelanjutan.
Bikin Haru Kapolda Sumsel Terima Gethuk dari Korban Kebakaran di Mura
Viral! Kapolda Sumsel Terima Hadiah Gethuk Saat Resmikan Bedah Rumah di Musi Rawas--
Momen Haru Kapolda Sumsel Terima Gethuk dari Korban Kebakaran di Mura
Viral! Kapolda Sumsel Terima Hadiah Gethuk Saat Resmikan Bedah Rumah di Musi Rawas--
Ditpolairud Polda Sulut Lakukan Trobosan Ini di Bidang Kesehatan

BITUNG, Inilah trobosan di bidang kesehatan, dilakukan Dirpolairud Polda Sulut, Kamis (30/4/2026).
Melalui bidang kesehatan yang ada di Ditpolairud Polda Sulut, naik turun kapal yang ada di perairan Selat Lembeh Kota Bitung.
“Trobosan pendekatan ke masyarakat pesisir.Ada klinik terapung melakukan pemeriksaan kesehatan ke nelayan dan awak kapal yang berada di atas kapal,” kata Direktur Polairud Polda Sulut Kombes Pol Bayu Aji Yudha Prajas, saat kong-kongko dengan puluhan wartawan di Kota Bitung Provinsi Sulut, Kamis (30/4/2026).
Lanjut Bayu, selain itu ada Gas LPG 3 Kilogram harus di kawal agar tepat sasaran ke masyarakat.
Selain itu pihaknya juga fokus pada Kebersihan lingkungan, harus dijaga bersama, kolaborasi bersama melakukan kegiatan bersih pantai dan himbauan ke warga pesisir jaga kebersihan lingkungan.
Jangan buang sampah sembarangan, buang sampah pada tempatnya dan hindari penggunaan sampah plastik.
Termasuk dengan lingkungan di laut, bermuara pada keberlangsungan ekosistem.
“Mengenai lingkungan erat kaitannya dengan kebijakan lingkungan dari Presiden RI Prabowo Subianto, yaitu gerakan Asri (Aman, sehat, resik dan indah),” kata dia.
Terpisah Ketua PWI Bitung Tezar Basalama, mewakili puluhan jurnalis yang mengikuti kegiatan kongko-kongko, memberikan apresiasi kepada Dirpolairud Polda Sulut.
“Kami haral kedepan akan terus terjalin terys kemitraan ini,” kata Ketua PWI Bitung Tezar Basalama.
Pihaknya berkomitmen akan kawal kebijakan institusi kepolisian di sektor migas.
Termasuk keamanan dan ketertiban masyarakat pesisir di Kota Bitung.(redaksi)
Lanjut Bayu, selain itu ada Gas LPG 3 Kilogram harus di kawal agar tepat sasaran ke masyarakat.
Selain itu pihaknya juga fokus pada Kebersihan lingkungan, harus dijaga bersama, kolaborasi bersama melakukan kegiatan bersih pantai dan himbauan ke warga pesisir jaga kebersihan lingkungan.
Jangan buang sampah sembarangan, buang sampah pada tempatnya dan hindari penggunaan sampah plastik.
Termasuk dengan lingkungan di laut, bermuara pada keberlangsungan ekosistem.
“Mengenai lingkungan erat kaitannya dengan kebijakan lingkungan dari Presiden RI Prabowo Subianto, yaitu gerakan Asri (Aman, sehat, resik dan indah),” kata dia.
Terpisah Ketua PWI Bitung Tezar Basalama, mewakili puluhan jurnalis yang mengikuti kegiatan kongko-kongko, memberikan apresiasi kepada Dirpolairud Polda Sulut.
“Kami haral kedepan akan terus terjalin terys kemitraan ini,” kata Ketua PWI Bitung Tezar Basalama.
Pihaknya berkomitmen akan kawal kebijakan institusi kepolisian di sektor migas.
Termasuk keamanan dan ketertiban masyarakat pesisir di Kota Bitung.(redaksi)
Kartini Masa Kini: Mak Vera & Misi Cetak Artis Bersih Narkoba
Kapolda Metro Jaya Minta Anggota Brimob Tekan Sikap Arogan

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri (SinPo.id/Dok.PMJ)
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri mewanti-wanti para anggota Brimob yang baru dilantik agar menekan sikap arogan dan mengedepankan sikap disiplin serta tindakan humanis ketika bertugas.
"Kehormatan yang saudara emban harus diwujudkan dalam setiap pelaksanaan tugas dan menjalankan tugas secara profesional dan humanis," kata Asep kepada wartawan, Kamis, 23 April 2026.
http://youtube.com/post/UgkxovKBO2rezzUb0Z5-XrwAw_md5GLdaMYM?si=8olHMNqYlM3i3FcZ
Asep meminta anggota Brimob yang baru dilantik segera menyesuaikan diri dengan tugas yang diemban. Khususnya di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
"Segera menyesuaikan diri dan tetap profesional dalam bertugas," ucapnya.
Jenderal polisi bintang dua itu, juga mengimbau para anggota selalu menjaga nama baik Korps Bhayangkara saat bertugas di tengah masyarakat. "Jaga nama baik institusi, disiplin dan loyal," ucapnya.
https://merahputih.press/kapolda-metro-jaya-minta-anggota-brimob-tekan-sikap-arogan/?feed_id=53964&_unique_id=69eef1967601b
(Fotto : Kombes Pol Bayuaji sedang mengangkat sampah)
Kombes Bayuaji “Kami dari Direktorat Polairud Polda Sulut, bersama rekan-rekan jurnalis Polda Sulut, dan dari ABK Kapal Polisi Kresna 7004, kita sekarang berada di Pulau Lembeh, yaitu di Pantai Serena, dalam rangka bersih-bersih pantai kegiatan Indonesia Asri,”ujarnya.
Bayuaji mengungkapkan, sampah yang menumpuk diduga berasal dari kiriman gelombang laut. Kondisi ini sering terjadi saat musim angin barat.
“Di mana pada saat kita tadi berlabuh di pantai ini, banyak sekali plastik-plastik sampah, dikarenakan mungkin musim angin barat yang terbawa ombak, sehingga kita berinisiatif dengan rekan-rekan semuanya untuk membersihkan kegiatan Jaga Asri ini,” ungkapnya.
Petugas berhasil mengumpulkan 31 karung sampah plastik. Seluruh sampah kemudian dibawa ke Mako Ditpolairud di Kota Bitung untuk proses penanganan lebih lanjut.
“Di mana pada saat ini, kita berhasil mengumpulkan 31 karung sampah plastik. Sampah tersebut kita akan bawa ke markas kita, dan akan dibawa oleh Pemkot Kota Bitung,” jelasnya.
Bayuaji menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan pesisir. Ia mengingatkan bahwa sebagian besar wilayah Sulawesi Utara merupakan laut yang kaya keanekaragaman hayati.
“Tentunya sampah-sampah ini kan berasal dari masyarakat juga. Tentunya kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Bitung, khususnya yang di daerah pesisir, untuk kita sama-sama menjaga lingkungan kita, Karena mayoritas Provinsi Sulawesi Utara ini 70 persennya adalah laut, dan di sana banyak keanekaragaman hayati di laut yang tentunya harus kita jaga,” pungkasnya.
Koordinator Jurnalis Polda Sulut, Ronny Journey Lumempouw, menegaskan peran jurnalis tidak hanya sebatas menulis berita. Ia mendorong insan pers ikut terlibat langsung dalam aksi sosial.
“jurnalis tidak hanya sekadar menulis berita namun bukti nyata dari tulisan yang kita buat harus turun langsung memberikan dampak nyata kepada masyarakat,” tegas Ronny Journey.
Kepedulian ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan laut dan pesisir di Sulawesi Utara.
https://merahputih.press/dir-polairud-pimpin-lansung-aksi-bersih-bersih-pantai-di-pulau-lembeh-wujud-komitmen-polairud-polda-sulut-jaga-kelestarian-lingkungan/?feed_id=53637&_unique_id=69eda0dda91a5
Kapolda Sumsel Pimpin Simulasi Terpadu Sispamkota dan Karhutla di Kayuagung.
Kayuagung, gempurnews.com — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan dan mengantisipasi potensi bencana melalui pelaksanaan simulasi terpadu Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) dan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Kegiatan tersebut digelar di halaman GOR Perahu Kajang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Rabu (22/4/2026).
Simulasi berskala besar ini dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., dengan melibatkan ratusan personel gabungan dari unsur TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, serta partisipasi elemen masyarakat.
Kegiatan ini dirancang sebagai langkah strategis untuk menguji kesiapsiagaan operasional, kecepatan respons, serta efektivitas koordinasi lintas sektoral dalam menghadapi situasi kontinjensi, baik gangguan keamanan maupun bencana lingkungan.
Dalam simulasi Sispamkota, diperagakan berbagai skenario penanganan gangguan kamtibmas, termasuk pengendalian massa dengan pendekatan humanis namun tetap tegas sesuai standar operasional prosedur.
Sementara itu, pada simulasi Karhutla, tim gabungan menunjukkan kemampuan pemadaman cepat melalui penggunaan peralatan khusus, serta koordinasi taktis dalam mendeteksi dan menangani titik panas (hotspot).
Kapolda Sumsel menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar latihan rutin, melainkan bagian dari upaya komprehensif dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme personel di lapangan.
“Simulasi ini merupakan bentuk kesiapsiagaan kita dalam menghadapi berbagai potensi ancaman. Kita tidak boleh lengah. Penanganan Karhutla di OKI tahun 2026 harus mencapai target Zero Karhutla, yang hanya dapat diwujudkan melalui kerja keras, kerja cerdas, dan kerja tuntas secara bersama-sama,” tegas Irjen Pol Sandi Nugroho.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor sebagai kunci utama keberhasilan dalam penanganan situasi darurat, baik yang bersifat keamanan maupun kebencanaan.
Secara terpisah, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Presisi Polri dalam mendukung agenda strategis pemerintah, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan dan perlindungan lingkungan.
“Melalui simulasi terpadu ini, seluruh elemen disatukan dalam satu persepsi dan pola tindak yang sama. Tujuannya agar setiap personel memiliki kesiapan optimal ketikal menghadapi kondisi riil di lapangan,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur tetap (protap) penanganan di lapangan, guna mengidentifikasi kekuatan sekaligus potensi perbaikan dalam sistem respons cepat.
Kapolda Sumsel juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta atas dedikasi dan profesionalisme yang ditunjukkan selama pelaksanaan simulasi.
Polda Sumsel memastikan bahwa latihan serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan, khususnya di wilayah-wilayah rawan Karhutla, sebagai bagian dari upaya mewujudkan Sumatera Selatan yang aman, kondusif, serta bebas dari ancaman bencana asap.
https://merahputih.press/kapolda-sumsel-pimpin-simulasi-terpadu-sispamkota-dan-karhutla-di-kayuagung/?feed_id=51239&_unique_id=69e99026c8cea
Kapolda Sumsel Pimpin Apel Sabuk Kamtibmas di OKI, Rangkul Berbagai Elemen Masyarakat Jaga Kamtibmas
Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) terus mengukuhkan komitmennya dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif serta inklusif. Hal ini diwujudkan melalui "Apel Besar Sabuk Kamtibmas, Bhabinkamtibmas, dan Siaga Karhutla Kabupaten OKI Tahun 2026" yang dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho di Halaman GOR Perahu Kajang Kayuagung, Rabu (22/4/2026).
Apel ini menghadirkan pemandangan istimewa yang sarat akan pesan persatuan. Kapolda Sumsel tidak hanya menyiagakan personel TNI-Polri dan aparat pemerintahan, tetapi secara khusus merangkul elemen masyarakat sipil dengan latar belakang yang sangat beragam.
Dalam barisan apel, tampak ratusan Bhabinkamtibmas, prajurit TNI, personel BPBD, dan Manggala Agni berdiri tegak berdampingan dengan perwakilan Banser, Pecalang, Pemuda Batak Bersatu, Pagar Nusa, PSHT, Kokam, serikat buruh, komunitas ojek, hingga kelompok eks narapidana terorisme (Napiter) dan Regu Pemadam Kebakaran(RPK).
Kapolda Sumsel menyampaikan rasa bangga dan apresiasi tertingginya atas kehadiran seluruh elemen masyarakat tersebut. Beliau menegaskan bahwa perbedaan identitas bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk menjaga wilayah.
"Kita hadir dari latar belakang yang berbeda, namun dipersatukan oleh satu visi yang sama, menjaga Bumi Bende Seguguk agar tetap aman, damai, dan bermartabat," tegas Kapolda Sumsel di hadapan ratusan peserta apel.
Lebih lanjut, Kapolda menekankan bahwa paradigma keamanan saat ini telah berubah. Keamanan tidak lagi sekadar urusan aparat berseragam, melainkan fondasi kehidupan bermasyarakat yang harus dijaga bersama-sama.
"Pemeliharaan Kamtibmas bukan hanya menjadi tanggung jawab eksklusif bagi TNI-Polri saja. Ini adalah tanggung jawab kita bersama, seluruh komponen bangsa, baik pemerintah, swasta, dan masyarakat. Kamtibmas adalah milik kita bersama," ujarnya menginspirasi.
Kehadiran elemen sipil dalam apel ini dikemas apik dalam program bernama *Sabuk Kamtibmas*. Di hadapan audiens, Kapolda menjelaskan nilai luhur di balik nama tersebut.
"Sabuk Kamtibmas mengandung makna filosofis yang mendalam, yaitu pengikat, penguat, dan pelindung. Kita semua berdiri di sini sebagai pengikat, penguat, dan pelindung bagi masyarakat di Kabupaten OKI khususnya," terangnya. Beliau juga berpesan agar para Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang hadir di pelosok desa bertindak bukan sekadar sebagai penegak hukum, melainkan agen penyelesaian konflik (problem solver).
Selain stabilitas keamanan yang menjadi syarat mutlak bagi pertumbuhan UMKM dan masuknya investasi, apel ini juga menyoroti agenda mitigasi bencana tahunan. Secara khusus, Kapolda menargetkan Kabupaten OKI harus mampu mencapai status Zero Karhutla di tahun 2026 dan menjadi role model (percontohan) bagi wilayah lainnya melalui pendekatan pencegahan dini yang humanis namun tegas.
Menutup amanatnya, Kapolda Sumsel memberikan pesan yang sangat menyentuh dan reflektif terkait esensi pengabdian. Ia mengajak seluruh aparat penegak hukum, pelayan publik, dan masyarakat untuk menjadikan kebaikan sebagai landasan utama dalam bekerja.
"Sudahkah kita berbuat baik hari ini? Jadikan itu semangat kita semua, karena sebaik-baiknya orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Baik untuk diri sendiri, keluarga, lingkungan, maupun untuk masyarakat di Kabupaten OKI yang kita cintai," pungkasnya.
Turut hadir dalam pergelaran apel besar tersebut di antaranya para Karo Ops Polda Sumsel, Dir Samapta, Dir Polairud, Dir Binmas, dan Kabid Humas Polda Sumsel, Dandim 0402/OKI Letkol Inf Gunawan Wibisono, jajaran Forkopimda OKI, serta tokoh masyarakat dan akademisi setempat.
Melalui momentum Apel Sabuk Kamtibmas ini, Polda Sumsel berharap sinergi yang telah terbangun tidak berhenti sebatas seremonial di lapangan. Kolaborasi lintas elemen ini menjadi potret nyata wajah kepolisian yang semakin Presisi, humanis, dan selalu hadir sebagai pelayan masyarakat. Dengan semangat gotong royong yang telah diikat kuat oleh "Sabuk Kamtibmas", visi besar untuk mewujudkan stabilitas keamanan yang ramah investasi serta target Zero Karhutla 2026 di Kabupaten OKI diyakini bukan lagi sekadar harapan, melainkan sebuah kepastian yang siap diwujudkan bersama.
Kapolda Sumsel Pimpin Apel Sabuk Kamtibmas di OKI, Rangkul Berbagai Elemen Masyarakat Jaga Kamtibmas
Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) terus mengukuhkan komitmennya dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif serta inklusif. Hal ini diwujudkan melalui "Apel Besar Sabuk Kamtibmas, Bhabinkamtibmas, dan Siaga Karhutla Kabupaten OKI Tahun 2026" yang dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho di Halaman GOR Perahu Kajang Kayuagung, Rabu (22/4/2026).
Apel ini menghadirkan pemandangan istimewa yang sarat akan pesan persatuan. Kapolda Sumsel tidak hanya menyiagakan personel TNI-Polri dan aparat pemerintahan, tetapi secara khusus merangkul elemen masyarakat sipil dengan latar belakang yang sangat beragam.
Dalam barisan apel, tampak ratusan Bhabinkamtibmas, prajurit TNI, personel BPBD, dan Manggala Agni berdiri tegak berdampingan dengan perwakilan Banser, Pecalang, Pemuda Batak Bersatu, Pagar Nusa, PSHT, Kokam, serikat buruh, komunitas ojek, hingga kelompok eks narapidana terorisme (Napiter) dan Regu Pemadam Kebakaran(RPK).
Kapolda Sumsel menyampaikan rasa bangga dan apresiasi tertingginya atas kehadiran seluruh elemen masyarakat tersebut. Beliau menegaskan bahwa perbedaan identitas bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk menjaga wilayah.
"Kita hadir dari latar belakang yang berbeda, namun dipersatukan oleh satu visi yang sama, menjaga Bumi Bende Seguguk agar tetap aman, damai, dan bermartabat," tegas Kapolda Sumsel di hadapan ratusan peserta apel.
Lebih lanjut, Kapolda menekankan bahwa paradigma keamanan saat ini telah berubah. Keamanan tidak lagi sekadar urusan aparat berseragam, melainkan fondasi kehidupan bermasyarakat yang harus dijaga bersama-sama.
"Pemeliharaan Kamtibmas bukan hanya menjadi tanggung jawab eksklusif bagi TNI-Polri saja. Ini adalah tanggung jawab kita bersama, seluruh komponen bangsa, baik pemerintah, swasta, dan masyarakat. Kamtibmas adalah milik kita bersama," ujarnya menginspirasi.
Kehadiran elemen sipil dalam apel ini dikemas apik dalam program bernama *Sabuk Kamtibmas*. Di hadapan audiens, Kapolda menjelaskan nilai luhur di balik nama tersebut.
"Sabuk Kamtibmas mengandung makna filosofis yang mendalam, yaitu pengikat, penguat, dan pelindung. Kita semua berdiri di sini sebagai pengikat, penguat, dan pelindung bagi masyarakat di Kabupaten OKI khususnya," terangnya. Beliau juga berpesan agar para Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang hadir di pelosok desa bertindak bukan sekadar sebagai penegak hukum, melainkan agen penyelesaian konflik (problem solver).
Selain stabilitas keamanan yang menjadi syarat mutlak bagi pertumbuhan UMKM dan masuknya investasi, apel ini juga menyoroti agenda mitigasi bencana tahunan. Secara khusus, Kapolda menargetkan Kabupaten OKI harus mampu mencapai status Zero Karhutla di tahun 2026 dan menjadi role model (percontohan) bagi wilayah lainnya melalui pendekatan pencegahan dini yang humanis namun tegas.
Menutup amanatnya, Kapolda Sumsel memberikan pesan yang sangat menyentuh dan reflektif terkait esensi pengabdian. Ia mengajak seluruh aparat penegak hukum, pelayan publik, dan masyarakat untuk menjadikan kebaikan sebagai landasan utama dalam bekerja.
"Sudahkah kita berbuat baik hari ini? Jadikan itu semangat kita semua, karena sebaik-baiknya orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Baik untuk diri sendiri, keluarga, lingkungan, maupun untuk masyarakat di Kabupaten OKI yang kita cintai," pungkasnya.
Turut hadir dalam pergelaran apel besar tersebut di antaranya para Karo Ops Polda Sumsel, Dir Samapta, Dir Polairud, Dir Binmas, dan Kabid Humas Polda Sumsel, Dandim 0402/OKI Letkol Inf Gunawan Wibisono, jajaran Forkopimda OKI, serta tokoh masyarakat dan akademisi setempat.
Melalui momentum Apel Sabuk Kamtibmas ini, Polda Sumsel berharap sinergi yang telah terbangun tidak berhenti sebatas seremonial di lapangan. Kolaborasi lintas elemen ini menjadi potret nyata wajah kepolisian yang semakin Presisi, humanis, dan selalu hadir sebagai pelayan masyarakat. Dengan semangat gotong royong yang telah diikat kuat oleh "Sabuk Kamtibmas", visi besar untuk mewujudkan stabilitas keamanan yang ramah investasi serta target Zero Karhutla 2026 di Kabupaten OKI diyakini bukan lagi sekadar harapan, melainkan sebuah kepastian yang siap diwujudkan bersama.
Kapolda Sumsel Pimpin Apel Sabuk Kamtibmas di OKI, Rangkul Berbagai Elemen Masyarakat Jaga Kamtibmas
Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) terus mengukuhkan komitmennya dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif serta inklusif. Hal ini diwujudkan melalui "Apel Besar Sabuk Kamtibmas, Bhabinkamtibmas, dan Siaga Karhutla Kabupaten OKI Tahun 2026" yang dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho di Halaman GOR Perahu Kajang Kayuagung, Rabu (22/4/2026).
Apel ini menghadirkan pemandangan istimewa yang sarat akan pesan persatuan. Kapolda Sumsel tidak hanya menyiagakan personel TNI-Polri dan aparat pemerintahan, tetapi secara khusus merangkul elemen masyarakat sipil dengan latar belakang yang sangat beragam.
Dalam barisan apel, tampak ratusan Bhabinkamtibmas, prajurit TNI, personel BPBD, dan Manggala Agni berdiri tegak berdampingan dengan perwakilan Banser, Pecalang, Pemuda Batak Bersatu, Pagar Nusa, PSHT, Kokam, serikat buruh, komunitas ojek, hingga kelompok eks narapidana terorisme (Napiter) dan Regu Pemadam Kebakaran(RPK).
Kapolda Sumsel menyampaikan rasa bangga dan apresiasi tertingginya atas kehadiran seluruh elemen masyarakat tersebut. Beliau menegaskan bahwa perbedaan identitas bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk menjaga wilayah.
"Kita hadir dari latar belakang yang berbeda, namun dipersatukan oleh satu visi yang sama, menjaga Bumi Bende Seguguk agar tetap aman, damai, dan bermartabat," tegas Kapolda Sumsel di hadapan ratusan peserta apel.
Lebih lanjut, Kapolda menekankan bahwa paradigma keamanan saat ini telah berubah. Keamanan tidak lagi sekadar urusan aparat berseragam, melainkan fondasi kehidupan bermasyarakat yang harus dijaga bersama-sama.
"Pemeliharaan Kamtibmas bukan hanya menjadi tanggung jawab eksklusif bagi TNI-Polri saja. Ini adalah tanggung jawab kita bersama, seluruh komponen bangsa, baik pemerintah, swasta, dan masyarakat. Kamtibmas adalah milik kita bersama," ujarnya menginspirasi.
Kehadiran elemen sipil dalam apel ini dikemas apik dalam program bernama *Sabuk Kamtibmas*. Di hadapan audiens, Kapolda menjelaskan nilai luhur di balik nama tersebut.
"Sabuk Kamtibmas mengandung makna filosofis yang mendalam, yaitu pengikat, penguat, dan pelindung. Kita semua berdiri di sini sebagai pengikat, penguat, dan pelindung bagi masyarakat di Kabupaten OKI khususnya," terangnya. Beliau juga berpesan agar para Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang hadir di pelosok desa bertindak bukan sekadar sebagai penegak hukum, melainkan agen penyelesaian konflik (problem solver).
Selain stabilitas keamanan yang menjadi syarat mutlak bagi pertumbuhan UMKM dan masuknya investasi, apel ini juga menyoroti agenda mitigasi bencana tahunan. Secara khusus, Kapolda menargetkan Kabupaten OKI harus mampu mencapai status Zero Karhutla di tahun 2026 dan menjadi role model (percontohan) bagi wilayah lainnya melalui pendekatan pencegahan dini yang humanis namun tegas.
Menutup amanatnya, Kapolda Sumsel memberikan pesan yang sangat menyentuh dan reflektif terkait esensi pengabdian. Ia mengajak seluruh aparat penegak hukum, pelayan publik, dan masyarakat untuk menjadikan kebaikan sebagai landasan utama dalam bekerja.
"Sudahkah kita berbuat baik hari ini? Jadikan itu semangat kita semua, karena sebaik-baiknya orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Baik untuk diri sendiri, keluarga, lingkungan, maupun untuk masyarakat di Kabupaten OKI yang kita cintai," pungkasnya.
Turut hadir dalam pergelaran apel besar tersebut di antaranya para Karo Ops Polda Sumsel, Dir Samapta, Dir Polairud, Dir Binmas, dan Kabid Humas Polda Sumsel, Dandim 0402/OKI Letkol Inf Gunawan Wibisono, jajaran Forkopimda OKI, serta tokoh masyarakat dan akademisi setempat.
Melalui momentum Apel Sabuk Kamtibmas ini, Polda Sumsel berharap sinergi yang telah terbangun tidak berhenti sebatas seremonial di lapangan. Kolaborasi lintas elemen ini menjadi potret nyata wajah kepolisian yang semakin Presisi, humanis, dan selalu hadir sebagai pelayan masyarakat. Dengan semangat gotong royong yang telah diikat kuat oleh "Sabuk Kamtibmas", visi besar untuk mewujudkan stabilitas keamanan yang ramah investasi serta target Zero Karhutla 2026 di Kabupaten OKI diyakini bukan lagi sekadar harapan, melainkan sebuah kepastian yang siap diwujudkan bersama.
Perkuat Ketahanan Sosial, Kapolda Sumsel Resmikan Panti Asuhan dan Groundbreaking Asrama Putra

Kapolda Sumsel Tekankan Pendidikan Karakter Anak Yatim
PALEMBANG, Barometer99.com – Polda Sumatera Selatan terus memperkuat komitmen dalam mendukung pembangunan nasional melalui pendekatan sosial dan kemanusiaan. Upaya ini diwujudkan dengan menghadirkan program nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian dan perlindungan.
Kapolda Sumsel, Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., secara resmi meresmikan Panti Asuhan Cahaya Anugrah Abadi sekaligus melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan asrama putra. Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah Kecamatan Sematang Borang, Kota Palembang, pada Kamis (16/04/2026).
Kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata program Polri Presisi, yang menempatkan Polri tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari solusi sosial di tengah masyarakat. Melalui pembangunan fasilitas ini, Polda Sumsel berupaya memberikan dukungan berkelanjutan terhadap pembinaan generasi muda, khususnya anak yatim piatu.
Dalam sambutannya, Kapolda Sumsel menegaskan bahwa stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak dapat dipisahkan dari kondisi sosial yang sehat dan harmonis. Lingkungan yang aman, menurutnya, menjadi fondasi utama bagi masyarakat untuk beraktivitas, beribadah, dan membangun masa depan yang lebih baik.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Ketika lingkungan sosial kuat, maka kamtibmas akan terjaga. Anak-anak adalah masa depan bangsa, sehingga kita harus memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang baik, dengan pendidikan karakter yang kuat,” tegas Kapolda.
Selain meresmikan fasilitas, Polda Sumsel juga menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako dan kursi roda kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian langsung terhadap kelompok rentan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi penguatan ketahanan sosial di wilayah Sumatera Selatan.
Kapolda juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk jajaran kepolisian kewilayahan dan mitra masyarakat, yang telah berkontribusi dalam pembangunan panti asuhan tersebut. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun generasi muda yang berkarakter, berakhlak, dan memiliki daya saing.
Dampak dari kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembinaan anak-anak yatim piatu melalui fasilitas yang lebih representatif. Pembangunan asrama putra menjadi langkah strategis dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang terintegrasi, sehingga proses pendidikan dan pembentukan karakter dapat berjalan lebih optimal.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi komunikasi publik Polri dalam menunjukkan peran aktif institusi dalam pembangunan sosial.
“Polda Sumsel berkomitmen untuk terus menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ini adalah implementasi dari semangat ‘Sudahkah Anda Berbuat Baik Hari Ini’ yang menjadi pedoman seluruh personel,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Polda Sumsel menegaskan posisinya sebagai institusi yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam membangun kesejahteraan dan masa depan masyarakat melalui pendekatan humanis dan berkelanjutan.
Subscribe to:
Posts (Atom)